Lawang Sewu – Destinasi Wisata Semarang Yang Sayang Untuk Di Lewatkan


Sejarah Lawang Sewu

Melansir dari visitjawatengah.jatengprov.go.id, bangunan utama didirikan pada 1904 dan selesai pada pertengahan 1907. Beberapa tahun setelahnya, tepatnya pada 1916 sampai 1918, bangunan lain menyusul didirikan. Bangunan ini dirancang oleh arsitek asal Amsterdam bernama Prof. Jakob F. Klinkhamer dan BJ. Ouendag. Dinamakan Lawang Sewu karena pintu pada bangunan ini sangat banyak sehingga masyarakat setempat menyebutnya sebagai Lawang Sewu atau Pintu Seribu. Pembangunan dengan pintu yang banyak bertujuan agar sirkulasi udara terjaga dengan baik. Bangunan ini juga memiliki ornamen kaca yang patri berasal dari Johannes Loure.

Baca juga : 5 Daya Tarik Pantai Ora – Surga Tersembunyi Yang Eksotis Di Maluku

Lokasi dan Rute Menuju Lawang Sewu

Apabila tertarik berkunjung ke tempat ini, lokasinya ada di Jl. Pemuda, Sekayu, Semarang. Letaknya dekat dengan Tugu Muda dan sangat strategis serta mudah ditemukan. Untuk sampai ke lokasi ini, Anda bisa menggunakan moda transportasi pribadi atau umum. Bagi yang berangkat dari Jogja atau Solo, Anda bisa melewati jalur Bawen kemudian ke Ungaran. Setelah itu melaju ke arah Banyumanik, lalu ke arah Jatingaleh dan lanjutkan perjalanan sampai ke Krapyak. Dari tempat tersebut melaju ke Jalan Siliwangi. Bocoran slot gacor hari ini

Harga Tiket dan Jam Operasional Lawang Sewu Semarang

Seperti yang tertera pada laman visitjawatengah.jatengprov.go.id, untuk mamasuki lokasi wisata ini hanya dipatok biaya masuk Rp 10.000 untuk pengunjung dewasa, Rp 5.000 untuk pelajar, dan Rp 5.000 untuk anak-anak. Anda bisa datang ke tempat ini dari pukul 7.00 hingga 21.00 WIB.

Spot Foto Instagrambale di Lawang Sewu

Wisatawan yang datang ke Lawang Sewu pasti akan mengabadikan momen dengan jepretan lensa kamera. Ada beberapa spot foto instagramable di Lawang Sewu yang sayang untuk dilewatkan. Ingin tahu dimana saja spot foto cantik tersebut? Ini dia penjelasannya.

1. Di depan kaca patri
Anda bisa menemukan spot foto ini di lantai dua gedung A atau bangunan utama. Kaca patri ini terpasang pada tanggang agung terbuat dari granit dan dinding marmer. Pada kaca tersebut ada simbol Dewi Fortuna dan Dewi Venus yang membawa api dan air sebagai simbol dari kerajaan Belanda, Kota Amsterdam, dan Kota Rotterdam.
2. Di depan menara
Selain berfoto di depan kaca patri, Anda juga bisa berpose di depan menara. Meski indah dan unik, berfoto di depan menara tidak bisa beramai-ramai. Menurut penuturan pemandu wisata Lawang Sewu pada travel.tempo.com, hanya 2 – 3 orang saja yang diperbolehkan berada di balkon. Hal tersebut karena usia bangunan sudah tua. Akan sangat berbahaya jika terlalu banyak orang yang berdiri di balkon untuk berfoto.
3. Di depan pintu
Setiap ruangan yang ada di Lawang Sewu memiliki lima hingga delapan pintu, serta ada juga pintu yang menghubungkan dengan ruangan lainnya. Aanda bisa berdiri ditengah pintu-pintu tersebut kemudian berfoto di sana. Posisi pintu yang sama akan membuat penampakan pintu menjadi simetris ketika diabadikan dalam jepretan kamera.
4. Di lorong
Khas bangunan kuno, Lawang Sewu juga memiliki lorong-lorong. Tempat ini ternyata bisa menjadi spot foto yang indah dan menarik. Perpaduan antara desain bangunan tua dan pepohonan rindah di samping lorong membuat foto menajdi semakin indah.

5 Daya Tarik Pantai Ora – Surga Tersembunyi Yang Eksotis Di Maluku

1. Keindahan Panorama Alam

Air laut yang jernih berwarna biru toska, pasir putih yang halus, pemandangan gunung di belakang pantai pun membuat keindahan alam pantai ini tidak dapat diragukan lagi. Kekayaan biota laut serta terumbu karang yang terlihat dari permukaan laut pun menjadi nilai tambah keindahan panorama alam di Pantai Ora. Selain itu, di belakang Pantai Ora juga terdapat perbukitan dari Taman Nasional Manusela. Pemandangan perbukitan yang hijau akan menyegarkan mata siapapun yang menoleh ke belakang.

Baca juga : Lawang Sewu – Destinasi Wisata Semarang Yang Sayang Untuk Di Lewatkan

2. Snorkelling & Diving

Warna air laut biru kehijauan yang ada di Pantai Ora akan menggoda siapapun untuk menceburkan diri ke dalam lautan. Jika itu yang kalian lakukan, maka kalian melakukan hal yang tepat karena bawah laut Pantai Ora menyimpan banyak kejutan. Pantai Ora merupakan tempat yang tepat bagi para pecinta dunia bawah laut. Kekayaan biota laut dan terumbu karang yang dimiliki pantai ini akan memberikan pengalaman menyelam yang tak akan terlupakan.

Pengunjung juga tidak perlu menyelam terlalu dalam, karena hanya perlu menyelam sedalam 2-3 meter, kalian sudah dapat melihat terumbu karang yang indah serta warna-warni ikan yang berlalu lalang serrta bulu babi dan bintang laut berduri. Terumbu karang yang terdapat di sekitar Pantai Ora umumnya merupakan terumbu karang dengan kontur yang landai. Sebab, lautan di Pantai Ora merupakan lautan yang dangkal. Ketika air laut surut, tanpa menyelam pun terumbu karang dapat terlihat.

3. Ora Beach Eco Resort

Sederet rumah panggung yang dibangun di atas air laut pun menjadi daya tarik tersendiri bagi pelancong yang berkunjung. Akomodasi ini memberikan sensasi tersendiri bagi wisatawan, serasa menginap di resort yang ada di Maladewa. Penginapan ini tidak hanya menyuguhkan pemandangan laut yang menyegarkan mata, namun juga memungkinkan bagi para pengunjung untuk menceburkan dirinya langsung dari kamar ke lautan.

4. Berburu Kuliner Tradisional

Ketika berwisata ke Pantai Ora, kalian juga bisa menikmati kuliner tradisional Maluku, lho! Makanan pokok masyarakat Maluku adalah mie sagu yang biasanya dinikmati dengan ikan kering. Nah, biar lebih lengkap, selain dapat menikmati kuliner khas Maluku ini, kalian juga bisa langsung menyaksikan proses pembuatan sagu ini agar lebih mengesankan.

5. Wisata Budaya Tradisional

Pulau Seram juga merupakan habitat bagi beberapa suku primitif di Maluku. Pantai Ora pun diapit oleh dua desa yang dijuluki desa adat atau negeri adat yaitu Desa Saleman dan Desa Sawai. Dua suku asli yang menghuni kawasan ini antara lain Suku Alifuru dan Suku Hoaulu.

Wisata Pulau Derawan – Surga Tersembunyi Di Kalimantan Timur!

1. Pengalaman Bermalam di Penginapan-Penginapan Apung di Bibir Pantai Pulau Derawan

Salah satu daya tarik wisata di Derawan yang takkan terlewatkan adalah sensasi bermalam di pinggir pantai yang terdapat di kepulauan Derawan. Kepulauan Derawan terkenal akan penginapan-penginapannya yang berada diatas permukaan air laut di tepi pantai. Tentunya bermalam di salah satu penginapan ini akan memberikanmu pengalaman tersendiri saat liburan ke kepulauan Derawan.

Baca juga : Pura Besakih Karangasem, Objek Wisata Pura Terbesar Di Bali

2. Berenang Bersama Ubur-Ubur di Pulau Kabakan

Objek wisata di Derawan yang tak boleh Toppers lewatkan adalah danau air tawar yang terdapat di Pulau Kabakan. Daya tarik utama dari tujuan wisata ini adalah keberadaan ribuan ubur-ubur air tawar yang tak memiliki sengat yang menghuni danau ini. Berenang bersama ubur-ubur di pulau Kabakan merupakan salah satu hal wajib yang Toppers lakukan saat berkunjung ke kepulauan Derawan.

3. Bertualang di Goa Haji Mangku

Meskipun dinamakan Goa, objek wisata Goa Haji Mangku yang berada di kepulauan Derawan ini memiliki bibir goa yang berbentuk vertikal dengan bagian dalam yang dipenuhi air sehingga sekilas terlihat lebih mirip sebuah danau atau kolam. Untuk Toppers yang memiliki jiwa petualang, berenang menjelajahi eksotisme dari Goa Haji Mangku bisa jadi salah satu kegiatan seru saat liburan ke Derawan.

4. Menyelam di Goa Bawah Laut “Blue Light Cave“

Kepulauan Derawan yang populer akan keindahan alam bawah lautnya memang menawarkan berbagai titik menyelam yang sangat diburu oleh para penyelam dari seluruh dunia. Salah satu lokasi menyelam yang menarik adalah di “Blue Light Cave” sebuah goa bawah laut yang sangat menakjubkan.

5. Sensasi Berenang Bersama Pari Raksasa

ak cuma menyelam, daya tarik wisata bahari kepulauan Derawan juga bisa dinikmati dengan snorkeling. Salah satu lokasi snorkeling yang populer adalah Manta Point dimana Toppers tak cuma bisa menikmati keindahan terumbu karang tetapi juga bisa berenang bersama Manta Ray, ikan pari raksasa yang tengah berburu plankton.

6. Kawasan Konservasi Penyu di Pulau Sangalaki

Alternatif objek wisata di kepulauan Derawan yang bisa Toppers eksplorasi saat berada di Derawan adalah kawasan konservasi penyu yang berada di Pulau Sangalaki. Salah satu pulau yang berada di gugusan kepulauan Derawan ini memang menjadi lokasi para Penyu bertelur. Pada saat-saat tertentu Toppers juga bisa melihat kegiatan pelepasan tukik-tukik atau penyu kecil yang baru menetas ke lautan.

7. Menikmati Keindahan Alam Pulau Maratua

Pulau Maratua adalah salah satu pulau di gugusan kepulauan Derawan yang terkenal akan keindahannya. Pulau dengan pasir putih dan dikelilingi laut berwarna toska ini kerap menjadi tujuan para pecinta fotografi untuk berburu foto-foto yang instagramable.

Pura Besakih Karangasem, Objek Wisata Pura Terbesar Umat Beragama Hindu Di Bali

Pura Besakih Karangasem adalah tempat persembahyangan agama Hindu di Bali. Selain itu di dalam area Pura ini, tidak hanya terdapat satu Pura, tetapi banyak Pura. Karena begitu banyaknya terdapat Pura dalam satu wilayah, maka Pura Besakih Bali adalah Pura terbesar di Indonesia.

Baca juga : Wisata Pulau Derawan – Surga Tersembunyi Di Kalimantan Timur!

Sejarah Pura Besakih Secara Singkat

Konon di kala itu belum terdapat selat Bali seperti sekarang, karena pulau Jawa dan pulau Bali masih menjadi satu dan belum terpisahkan oleh lautan. Karena saking panjangnya pulau yang kita sebut sekarang dengan sebutan pulau Jawa dan pulau Bali, maka pulau ini di beri nama pulau Dawa yang artinya pulau panjang.

Awal mulanya Rsi Markandeya pendiri dari Pura ini, bertapa di Gunung Hyang (Gunung Dieng di Jawa Tengah). Setelah lama bertapa Rsi Markandeya mendapat wahyu untuk merambas hutan di Pulau Dawa dari selatan menuju ke utara. Di tempat perambasan hutan, Rsi Markandeya menanam kendi yang berisikan logam dan air suci. Logam tersebut antara lain logam emas, logam perak, logam tembaga, logam besi dan logam perunggu. Kelima logam tersebut di masyarakat Bali disebut dengan nama Pancadatu.

Selain logam juga turut serta di tanam permata yang di sebut Mirahadi yang artinya mirah utama. Tempat penanaman kendi inilah yang di sebut dengan nama Basuki yang artinya selamat. Di berikan nama Basuki atau selamat di karenakan dalam perambasan hutan para pengikut dari Rsi Markandeya selamat melaksanakan tugasnya. Dengan berjalanyan waktu nama Basuki berubah menjadi Besakih.

Lokasi Pura Besakih Karangasem Bali

Jam buka untuk wisatawan dapat berkunjung dari pukul 08:00 – 18:00, namun bagi yang ingin bersembahyang pura terbuka 24 jam. Jika anda ingin tahu lokasi dari Pura Besakih, mohon untuk menggunakan Google Map dengan mengklik link di bawah ini.

Harga Tiket Masuk Pura Besakih Bali

Untuk bisa menikmati keindahan alam yang indah di Pura Besakih ini, kamu tidak perlu mengeluarkan banyak biaya, karena tiket masuknya terbilang cukup murah. Harga tiket masuk Pura Besakih ini yaitu sebesar Rp30.000 per orang, untuk wisatawan lokal dan Rp60.000 untuk wisatawan mancanegara.

Dengan harga itu, kamu sudah bisa menjelajahi berbagai spot dan pesona menarik yang ada di salah satu bangunan pura cantik di Bali ini. Perlu kamu ketahui, harga tiket masuk objek wisata Pura Besakih yang telah disebutkan di atas tadi bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Dan juga, biaya tersebut belum termasuk biaya parkir kendaraan.

10 Tempat Wisata di Karimunjawa Jepara yang Lagi Hits

Karimunjawa adalah kepulauan di Laut Jawa yang termasuk dalam Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Dengan luas daratan ±1.500 hektare dan perairan ±110.000 hektare, Karimunjawa kini dikembangkan menjadi pesona wisata Taman Laut yang mulai banyak digemari wisatawan lokal maupun mancanegara.

Baca juga : Pura Uluwatu Bali – Daya Tarik, Lokasi, Harga Tiket Masuk & Tari Kecak

Menurut legenda lokal, Karimunjawa ditemukan oleh Sunan Nyamplungan. Kala itu, Sunan Muria memerintahkan Amir Hasan ke sebuah pulau yang terlihat kremun-kremun (kabur) dari puncak Gunung Muria untuk mengembangkan ilmu agamanya. Karena terlihat kremun-kremun, akhirnya pulaunya dinamai “Karimunjawa” hingga kini. Amir Hasan kelak dikenal sebagai Sunan Nyamplungan karena menanam tanaman Nyamplung disana, yang ternyata bermanfaat sebagai pemecah angin.

1. Bakolo

Tidak lengkap rasanya ketika ke Karimunjawa tapi tidak mencoba untuk menikmati pemandangan lautnya. Bakolo menjadi salah satu spot menarik untuk snorkeling. Kamu dapat melihat pemandangan di air yang tenang sambil duduk di kano yang telah disediakan.

2. Hutan Mangrove

Kamu dapat menyusuri hutan mangrove melalui jalanan kayu sekitar 2km sambil menikmati keindahannya. Kamu juga dapat menjumpai spesies binatang yang berhabitat asli di hutan Mangrove. Tempat ini juga sangat cocok untuk mengambil foto selfie.

3. Pantai Barakuda

Pantai yang terletak di Desa Kemajon ini memberikan keindahan pantai dengan pasir putih. Air laut yang jernih dengan jajaran pohon kelapa membuat kamu semakin betah berada di pantai ini. Selain itu, kebersihan pantainya juga sangat dijaga agar kamu tetap merasa nyaman.

4. Pantai Batu Putih

Berjarak 15km dari Kota Karimunjawa, kamu dapat menemukan pantai batu putih. Seperti namanya, kamu akan menemukan bongkahan batu putih bersih ketika air surut. Kamu juga akan menemukan dermaga kayu yang bisa kamu gunakan sebagai spot foto.

5. Maer Nyamplungan

Snorkeling dengan melihat keindahan koral dan ikan laut akan kamu dapatkan dengan mengunjungi Maer Nyamplungan. Tempat ini sudah sangat terkenal sebagai spot snorkeling yang indah. Kamu dapat melepaskan penat dengan menyelam dan melihat keindahan bawah laut.

6. Pulau Sintok

Kamu akan semakin bingung ketika harus melihat semua keindahan di Karimunjawa. Pulau Sintok menjadi tempat wisata di karimunjawa dengan pemandangan bawah laut yang super keren. Tempat ini wajib kamu kunjungi karena jika tidak, kamu akan menyesalinya.

7. Pulau Tengah

Jika ingin memancing di pantai dengan suasana yang tenang dan pemandangan yang indah, maka Pulau Tengah menjadi destinasi yang tepat. Kamu akan menemukan dermaga kayu kecil yang indah untuk berfoto. Spot fotonya nggak kalah dengan Tempat Wisata di Ponorogo.

8. Pulau Geleang

Ketika kamu ingin melepaskan penat, maka Pulau Geleang dapat kamu kunjungi. Pulau dengan pasir putih dan ombak yang tenang ini memiliki air yang jernih. Kamu dapat bersantai dengan pelampung sambil menatap langit.

9. Pantai Annora

Pantai yang terletak di Dusun Cikemas ini memiliki air yang jernih dan bersih. Pantai berpasir putih ini sangat cocok dijadikan destinasi wisata karena spot fotonya sangat menarik. Kamu juga dapat menemukan beberapa ayunan di pantai ini.

10. Pulau Menjangan Besar

Ketika kamu ingin snorkeling dan bertemu dengan beberapa penyu, maka pulau Menjangan Besar menjadi tempat yang tepat. Kamu juga dapat menjumpai berbagai spesies ikan dilokasi ini. Kejernihan air lautnya menjadi daya tarik tersendiri.

Pura Uluwatu Bali – Daya Tarik, Lokasi, Harga Tiket Masuk & Tari Kecak

Tempat wisata di Bali selatan yang sangat terkenal sampai ke mancanegara adalah objek wisata Pura Luhur Uluwatu Bali. Di halaman ini saya menuliskan mengenai informasi wisata Pura Uluwatu Bali. Informasi wisata pura Luhur Uluwatu yang akan anda dapatkan di halaman ini seperti:

  • Daya tarik pura Luhur Uluwatu sebagai tempat liburan.
  • Lokasi objek wisata di lengkapi dengan peta untuk memudahkan mencari lokasi.
  • Pilihan transportasi liburan terbaik yang ada di Bali.
  • Harga tiket masuk.
  • Pertunjukan tarian Kecak di Uluwatu.
  • Harga menonton tari Kecak Uluwatu.
  • Kera di area hutan di Uluwatu.
  • Tata cara berpakaian mengunjungi Pura di Bali.
  • Objek wisata yang berdekatan dengan pura Luhur Uluwatu.

Daya Tarik Pura Uluwatu Sebagai Tempat Liburan

Lokasi pura terletak di atas sebuah bukit karang dengan ketinggian sekitar 97 meter di atas permukaan laut. Karena lokasi pura yang berada di atas tebing batu karang, maka pura ini di beri nama Uluwatu, yang dalam bahasa Sanskerta berarti puncak batu karang. Lokasi berdirinya bangunan pura Luhur Uluwatu, membuat wisatawan yang datang berkunjung, tidak hanya dapat menikmati suasana yang sakral dan religius, tetapi juga pemandangan yang indah serta unik.

Baca juga : 10 Tempat Wisata di Karimunjawa Jepara yang Lagi Hits

Berbeda dengan pemandangan yang ada di objek wisata pura Tanah Lot, wisatawan yang berwisata ke pura Luhur Uluwatu akan menyaksikan luasnya hamparan Samudra India, dengan ombak yang menghantam kaki tebing. Selain itu, wisatawan juga dapat menikmati indahnya pemandangan matahari terbenam tanpa adanya halangan yang menghalangi pemandangan sunset. Kemudian, wisatawan yang tidak membawa bekal makanan maupun minuman, tidak perlu khawatir. Sebab, di sekitar kawasan tempat liburan ini terdapat banyak warung yang menjual makanan dan minuman. Selain itu, wisatawan juga dengan mudah menemukan banyak restoran yang menyajikan berbagai menu makanan atau minuman dengan harga yang bervariasi.

Lokasi Objek Wisata Lengkap Dengan Peta

Mengenai lokasi pura Luhur Uluwatu tepatnya berada di desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Jarak yang di tempuh dari Bandara Ngurah Rai menuju lokasi pura Luhur Uluwatu Bali, sekitar 1 jam ke arah selatan dengan kendaraan pribadi.

Harga Tiket Masuk Pura Uluwatu Bali & Jam Buka

Jam buka untuk wisatawan berkunjung ke pura Luhur Uluwatu dari 07:00 – 19:00. Namun, bagi mereka yang ingin sembahyang, pura di buka selama 24 jam. Fasilitas umum seperti toilet juga tersedia, tetapi toilet berada di area luar pura. Kebanyakan pelancong, ketika mengunjungi Pura Uluwatu, memilih jam 5 sore untuk mengunjunginya. Karena cahaya matahari tidak panas, dan pemandangan matahari terbenam akan di mulai dalam satu jam.

Pertunjukan Tarian Kecak Di Pura Uluwatu

Selain daya tarik arsitektur pura serta keindahan pemandangan sunset, wisatawan juga dapat menyaksikan pertunjukan tari tradisional Bali, yaitu Tari Kecak Bali. Tari Kecak Uluwatu di mainkan oleh 50 – 100 orang penari. Penari Kecak akan duduk melingkar dan memakai kain sarung berwarna hitam putih. Para penari Kecak sebagian besar adalah laki-laki dan lakon yang di ceritakan biasanya cerita Ramayana. Ciri khas tari Kecak adalah suara cak,cak, cak yang di ucapkan oleh penari laki-laki yang saling bersahut-sahutan. Waktu pertunjukan tari kecak Uluwatu di lakukan di sore hari menjelang sunset, tepatnya di pentaskan pada pukul 18.10 – 19.00 waktu Bali.

Taman Nasional Way Kambas : Terkenal dengan Tempat Konservasi Gajah

Taman Nasional Way Kambas (TNWK) adalah taman nasional perlindungan gajah yang terletak di daerah Lampung tepatnya di Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur, Indonesia. Selain di Way Kambas, sekolah gajah (Pusat Latihan Gajah) juga bisa ditemui di Minas, Riau. Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) yang hidup di kawasan ini semakin berkurang jumlahnya.

Baca juga : Pulo Cinta -> Kegiatan Menarik Yang Dilakukan di Pulau Ini!

Taman Nasional Way Kambas berdiri pada tahun 1985 merupakan sekolah gajah pertama di Indonesia. Dengan nama awal Pusat Latihan Gajah (PLG) namun semenjak beberapa tahun terakhir ini namanya berubah menjadi Pusat Konservasi Gajah (PKG) yang diharapkan mampu menjadi pusat konservasi gajah dalam penjinakan, pelatihan, perkembangbiakan dan konservasi. Hingga sekarang PKG ini telah melatih sekitar 300 ekor gajah yang sudah disebar ke seluruh penjuru Tanah Air. Di Way Kambas juga tedapat International Rhino Foundation yang bertugas menjaga spesies badak agar tidak terancam punah.

Sejarah

Sejarah Taman Nasional Way Kambas adalah satu dari dua kawasan konservasi yang berbentuk taman nasional di Propinsi Lampung selain Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 670/Kpts-II/1999 tanggal 26 Agustus 1999, kawasan TNWK mempunyai luas lebih kurang 125,631.31 ha. Secara gaeografis Taman Nasional Way Kambas terletak antara 40°37’ – 50°16’ Lintang Selatan dan antara 105°33’ – 105°54’ Bujur Timur. Berada di bagian tenggara Pulau Sumatera di wilayah Propinsi Lampung. Pada tahun 1924 kawasan hutan Way Kambas dan Cabang disisihkan sebagai daerah hutan lindung, bersama-sama dengan beberapa daerah hutan yang tergabung didalamnya.

Berdasarkan sejarah Pendirian kawasan pelestarian alam Way Kambas dimulai sejak tahun 1936 oleh Resident Lampung, Mr. Rookmaker, dan disusul dengan Surat Keputusan Gubernur Belanda tanggal 26 Januari 1937 Stbl 1937 Nomor 38. Pada tahun 1978 Suaka Margasatwa Way Kambas diubah menjadi Kawasan Pelestarian Alam (KPA) oleh Menteri Pertanian dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 429/Kpts-7/1978 tanggal 10 Juli 1978 dan dikelola oleh Sub Balai Kawasan Pelestarian Alam (SBKPA).

Harga Tiket Masuk Way Kambas

Umum -> Rp. 7.000
Naik Gajah -> Rp. 20.000
Paket Keliling Way Kambas -> Rp. 150.000
Penginapan -> Rp. 200.000

Untuk harga tiket masuk Taman Way Kambas ini kamu diharuskan membayar tiket masuk seharga Rp. 7.000/ orang. Dengan harga yang begitu terjangkau tentu kamu sudah bisa menikmati pemandangan alami dari kebun binatang di Lampung Timur ini.

Didalamnya kamu bisa naik gajah atau berjalan-jalan mengelilingi tempat-tempat disekitarnya. Disana juga ada wisata yaitu memandikan gajah, atraksi gajah dan juga sepak bola gajah. Intinya selalu melibatkan gajah.

Pulo Cinta : Kegiatan Menarik Yang Dilakukan di Pulau Ini!

1. Hunting Foto

Sebagai pulau destinasi wisata, tempat ini menyediakan beragam spot foto unik nan indah yang hanya bisa didapatkan saat berkunjung ke pulau ini. Terdapat beberapa pondok yang mengapung di atas air dan sangat cocok dijadikan sebagai background foto. Pondok tersebut terletak tidak jauh dari pulau dan disambungkan oleh jembatan kayu yang kokoh.

Baca juga : Taman Nasional Way Kambas -> Terkenal dengan Tempat Konservasi Gajah

Pulau Cinta juga memiliki spot foto menarik yang menjadi incaran para wisatawan. Spot tersebut yaitu berupa dua ayunan yang berada di bibir pantai. Dengan melakukan pemotretan disini, Anda akan mendapatkan kesan romantis dan sejuk, sebab ayunan ini langsung menghadap ke arah laut. Spot ini ramai dikunjungi saat sore hari atau menjelang malam.

2. Menyusuri Pulau dan Trekking

Hal sederhana yang harus Anda lakukan saat berada di sebuah pulau indah adalah menyusuri pulau dan menjelajahinya. Anda dapat berjalan di sekitar bibir pantai sambil menikmati angin yang begitu sejuk. Pasir di pulau ini memiliki ukuran butir yang kecil sehingga aman bagi Anda yang ingin berjalan-jalan tanpa alas kaki.

Anda juga dapat melakukan kegiatan jelajah hutan atau biasa disebut dengan trekking. Hutan yang ada di pulau ini lebat dengan pohon rindang hijau dan menyejukkan mata. Anda dapat mengeksplor seluruh wilayah hutan sambil menyapa masyarakat sekitar.

3. Stargazing Night

Salah satu daya tarik yang menjadikan pulau ini banyak digemari oleh para wisatawan adalah karena pemandangan langit malamnya yang begitu menakjubkan. Anda akan melihat taburan bintang yang tersebar begitu banyak di langit pulau. Pulau ini lebih banyak dikunjungi para wisatawan saat malam hari demi melihat spot indah tersebut.

4. Diving dan Snorkeling

Selain melakukan wisata di daratan, Anda juga dapat terjun ke laut untuk menyaksikan pemandangan bawah laut yang tak tertandingi. Pulo Cinta memiliki kekayaan alam bawah laut yang begitu melimpah. Disini Anda dapat melakukan kegiatan diving dan juga snorkling. Jangan lupa pula untuk membawa alat selam dasar saat ingin melakukan snorkeling.

Pulo Cinta menjadi referensi liburan paling tepat terutama mereka yang berpasangan dan mencari tempat romantis berdua. Bukan hanya bentuknya yang unik tetapi juga fasilitas yang disediakan cukup lengkap. Liburan akan terasa begitu mengesankan bersama orang tersayang di Pulau Cinta Gorontalo. Bagi Anda yang ingin atau akan berlibur di pulau romantis ini, alangkah baiknya untuk membaca terlebih dahulu mengenai aktivitas yang dapat Anda lakukan disini. Perlu diingat, saat Anda berkunjung kesini untuk selalu menjaga kebersihan dan tidak berbuat kerusakan.

Tana Toraja – Pesona Negeri Indah Yang Kaya Akan Budaya

Budaya Khas Toraja

Banyak sekali budaya khas Toraja yang menarik untuk diketahui. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

Rambu Solo
Rambu Solo adalah tradisi pemakaman ala Suku Toraja. Tradisi ini dilakukan untuk menghormati sekaligus mengantarkan arwah menuju alam akhirat melalui serangkaian ritual dan doa. Ritual yang dilakukan berupa pertunjukan seni, adu kerbau, hingga mengantarkan jenazah.

Baca juga : Danau Sentani -> Ketika Wisata Alam Berpadu Dengan Budaya

Tinggoro Tedong
Tinggoro Tedong merupakan tradisi upacara kematian. Ini masih termasuk dalam serangkaian upacara Rambu Solo’. Pada upacara ini, prosesi penyembelihan kerbau dilakukan dengan cara menebas leher kerbau dengan satu kali tebas saja. Menurut kepercayaan leluhur orang Toraja, kerbau merupakan hewan tunggangan bagi arwah jenazah untuk menempuh perjalanannya menuju alam akhirat.

Silaga Tedong
Silaga Tedong merupakan acara adu kerbau. Ini merupakan salah satu rangkaian acara Rambu Solo’. Tujuan diadakannya Silaga Tedong adalah untuk memberikan hiburan bagi keluarga yang berduka. Selain itu, acara ini menjadi ajang pertunjukan bagi para pelayat yang datang. Adu kerbau dilakukan di lapangan yang basah dan becek. Biasanya, di area sawah yang berlumpur. Kerbau-kerbau yang diadu ini merupakan kerbau pilihan dengan jenis tertentu dan harga jual yang terbilang fantastis.

Sisemba
Sisemba adalah tradisi permainan adu kaki yang dilakukan oleh anak-anak hingga orang dewasa. Tradisi ini dilakukan di lapangan atau tempat terbuka pada saat merayakan panen raya. Biasanya, permainan ini mempertemukan dua kubu yang berasal dari dua desa yang berbeda. Pesertanya terdiri dari dua orang untuk setiap kubu.

Ma’Nene
Ma’Nene merupakan upacara mengganti pakaian dan merias jasad keluarga yang telah lama dikuburkan. Tradisi ini dilaksanakan setiap tiga tahun sekali, setelah panen besar di bulan Agustus. Tradisi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan jasad dari dalam peti. Setelah itu, anak dan cucunya lah yang membersihkannya dan mendandani jasad tersebut selayaknya masih hidup.

Perkuburan Adat Toraja
Suku Toraja memiliki beragam jenis tempat pemakaman. Ada pemakaman dalam goa, pemakaman batu ukir, pemakaman gantung, pemakaman pohon, dan sebagainya. Yang paling mahal adalah pemakaman batu ukir. Oleh karena itu, hanya jenazah para bangsawan yang dimakamkan di pemakaman batu berukir.

Rumah Adat Tongkongan
Ketika berkunjung ke Toraja, salah satu ciri khas yang paling mudah dikenali adalah rumah adat Tongkongan. Bentuk atapnya yang menjulang ke depan dan ke belakang menjadi ciri khas Suku Toraja. Rumah ini didirikan di atas tumpukan kayu dan dihiasi banyak ukiran warna merah, hitam dan kuning.

Rompo Bobo Bonnang
Tradisi yang satu ini merupakan upacara untuk melangsungkan pernikahan. Tata caranya paling sederhana. Keluarga mempelai pria beserta mempelai pria akan mendatangi keluarga mempelai wanita. Selanjutnya, orang tua mempelai wanita akan menyambut kedatangan mereka dan diadakanlah perjamuan makan bersama.

Rampo KaroEng
Rampo KaroEng merupakan tradisi pernikahan juga. Bedanya, hanya pada perjamuannya saja. Sebelum acara perjamuan makan, rombongan mempelai pria akan disuruh menunggu terlebih dahulu di lumbung.

Rompo Allo
Romo Allo merupakan upacara pernikahan yang paling mewah. Perayaan pernikahan bisa dilakukan beberapa hari dengan acara yang cukup meriah. Oleh karena itu, upacara jenis ini hanya dilakukan oleh para bangsawan atau keluarga yang berstatus sosial tinggi saja.

Danau Sentani : Ketika Wisata Alam Berpadu Dengan Budaya

Danau Sentani

Danau Sentani berada di selatan Kabupaten Jayapura dengan memiliki luas mencapai 9.360 ha, dan kedalaman Danau Sentani sendiri kira-kira 70 meter di bawah permukaan laut. Dengan memiliki luas tersebut danau ini terbentang diantara Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura, dan melingkupi 24 desa. Danau Sentani merupakan satu kesatuan dengan cagar alam Pegunungan Cycloops. Kenakearagaman hayati Danau Sentani cukup beragam, mulai dari flora hingga faunanya. Flora yang ada diantaranya :

  • Pohon Matoa.
  • Pohon Pinang.
  • Pohon Kayu Putih.

Baca Juga : Tana Toraja ->  Pesona Negeri Indah Yang Kaya Akan Budaya

Sedangkan fauna yang mendiami Danau Sentani diantaranya :

  • Ikan Nila.
  • Ikan Pelangi Merah.
  • Ikan Lohan.
  • Ikan Tawas.

Bahkan zaman dulu Danau Sentani dihuni pula oleh Ikan Hiu Gergaji Air Tawar yang saat ini keberadaanya sudah punah.

Rute perjalanan

Danau Sentani terbentang di antara Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, Papua. Danau yang memiliki luas sekitar 9.360 hektare ini berada pada ketinggian sekitar 75 meter di atas permukaan laut. Akses menuju Danau Sentani tak begitu sulit. Dari Jakarta, kamu bisa memilih rute pesawat menuju Bandara Sentani di Kabupaten Jayapura. Durasinya sekitar delapan jam, tergantung lokasi transitmu. Sesampainya di Bandara Sentani, disarankan menyewa mobil supaya lebih leluasa dan fleksibel. Penyewaan mobil biasanya tersedia di bandara.

Harga tiket masuk

Harga tiket Danau Sentani sekitar Rp10 ribu saja. Namun, tarif bisa berubah sewaktu-waktu, tergantung hari berkunjung. Sedangkan, untuk sewa mobil, kamu perlu merogoh kocek sekitar Rp650 ribuan. Sesampainya di Danau Sentani, kamu bisa menjelajah dengan menggunakan kapal motor dengan tarif sekitar Rp10-50 ribu. Untuk urusan akomodasi atau penginapan, gak perlu diambil pusing. Ada banyak penginapan dengan bujet yang bisa kamu sesuaikan kantong. Kamu bisa memilih hotel, hostel, homestay, atau resor di kawasan area wisata Danau Sentani. Harga penginapan bervariatif, mulai dari Rp250 ribuan hingga Rp1 jutaan.

Daya Tarik Danau Sentani

1. Gugusan Pulau
Danau Sentani dikelilingi pulau-pulau besar maupun kecil, yang berjumlah sekitar 22 pulau. Pulau-pulau yang ada memiliki keistimewaan tersendiri. Pulau yang cukup populer ialah sebuah pulau yang letaknya berada di tengah danau, bernama Pulau Asei. Dimana ciri khas dari Pulau asei ialah kerajinan tangan yang berupa lukisan kulit kayu.

2. Bukit Teletubbies
Daya tarik selanjutnya ialah Bukit Teletubbies, berupa gundukan perbukitan hijau bergelombang yang letaknya berada di sekitar danau. Panorama alam dari atas puncak bukit teletubbies sungguh menawan, dimana kamu akan menyaksikan keindahan Danau Sentani yang begitu luasnya.

3. Dermaga Warna Warni
Kemudian di sekitar Danau Sentani terdapat sebuah perkampungan yang memiliki ciri khas dermaga yang berwarna warni, perkampungan tersebut bernama Kampung Yoboi. Kampung Yoboi berada di atas Danau Sentani, kamu ngga akan melihat daratan di sini. Yang paling menarik dari kampung ini ialah dermaganya yang dicat warna warni.

Destinasi Wisata Wakatobi Yang Luar Biasa Indahnya

1. Menyelami keindahan bawah laut perairan Taman Nasional Wakatobi

Kalau berbicara tentang Wakatobi, enggak lengkap nih kalau belum membahas keindahan alam bawah lautnya yang memesona. Bahkan, pada tahun 2012, Taman Nasional Wakatobi ditetapkan sebagai cagar biosfer dunia oleh UNESCO, karena setidaknya terdapat 750 dari total 850 spesies koral dunia yang hidup di perairannya. Wah, pantas saja ya Wakatobi sering dijuluki sebagai “surganya” para penyelam dari berbagai penjuru dunia. Beberapa spot menyelam yang bisa Sobat Pesona coba antara lain Pantai Sombu dan Onemohute di Pulau Wangi-Wangi, Pulau Hoga di Kaledupa, Pulau Tomia, dan Pulau Binongko.

Baca juga : Nusa Dua Bali : Objek Wisata Populer di Kuta Selatan

2. Dolphin watching di sekitar Pulau Kapota

Selain Pantai Lovina di Bali, atraksi wisata dolphin watching juga bisa kamu nikmati di Wakatobi lho Sobat Pesona, tepatnya di sekitar Pulau Kapota! Hanya dengan menempuh perjalanan selama 15 menit dari Pulau Wangi-Wangi dengan menggunakan kapal, Sobat Pesona akan disuguhkan pemandangan tak biasa berupa formasi kawanan lumba-lumba yang menari dengan bebas di lautan lepas. Momen istimewa ini bisa dinikmati setiap hari antara pukul 6 hingga 7.30 pagi waktu setempat ya, Sobat Pesona!

3. Berburu spot foto kece di hamparan sabana Puncak Khayangan

Selain punya banyak spot diving favorit seperti Marimabok, Roma Dive, Wreck Huntete, dan masih banyak lagi, Pulau Tomia juga menyediakan spot foto instagrammable berupa bentangan padang sabana, namanya Puncak Khayangan. Terletak di bagian timur Pulau Tomia, Puncak Khayangan menjadi spot terbaik untuk menikmati panorama hamparan bukit-bukit hijau bergelombang yang berbatasan langsung dengan samudera. Panorama sunset di Puncak Khayangan juga mengesankan banget, lho! Jadi, kalau punya kesempatan datang ke Wakatobi, Puncak Khayangan di Pulau Tomia juga patut dijelajahi!

4. Berkunjung ke Bajo Mola, kampung Suku Bajo “si pengembara lautan”

Pernah mendengar mengenai Suku Bajo ‘si pengembara lautan’ yang melegenda? Nah, di Wakatobi, tepatnya di Pulau Wangi Wangi terdapat sebuah kampung bernama Bajo Mola yang dihuni oleh Suku Bajo. Berbeda dengan kampung pada umumnya, pekarangan dan teras di perkampungan ini berupa hamparan laut luas dengan air yang jernih. Nah, selain bisa menikmati pemandangan yang mengesankan, Sobat Pesona juga bisa mengenal lebih dekat kehidupan Suku Bajo yang hingga saat ini masih pandai membaca alam laut dan rasi bintang, lho!

5. Menikmati keindahan Danau Sombano di Kaledupa, habitat udang merah darah

Membentang sepanjang 700 meter dari garis pantai, Danau Sombano menyuguhkan pemandangan yang asri dengan air danau yang jernih dan keanekaragaman flora dan fauna yang hidup di sekitarnya. Danau yang terletak di Desa Sombano, Kecamatan Kaledupa ini ternyata merupakan habitat udang merah darah, lho! Sobat pesona bisa melakukan aktivitas seru seperti naik kano menjelajahi Danau Sembano sembari menyaksikan kawanan udang merah yang berada di dasar danau.

Nusa Dua Bali : Objek Wisata Populer di Kuta Selatan

1.Waterblow Nusa Dua

Sebuah tempat wisata yang menghadirkan sensasi deburan ombak yang menjulang tinggi ke udara. Semburan air laut tersebut terjadi karena gelombang air laut yang menghantam cerukan karang yang terletak di tepi pantai. Karang-karang tajam dan tebing karang yang cukup berbahaya. Namun demikian sudah disediakan tempat yang aman bagi pengunjung untuk menyaksikan keindahan ataupun momen di saat-saat ombak menyembur ke udara. Sensasi dan pesona alam yang disuguhkan di destinasi wisata Bali Selatan ini cukup menarik dan instagramable, sehingga sering juga dijadikan sebagai tempat pre-wedding di pulau Dewata Bali.

Baca juga : Destinasi Wisata Wakatobi Yang Luar Biasa Indahnya

2. Devdan Show

Dipentaskan di di Nusa Dua Theatre kawasan ITDC. Pementasan tari kontemporer dengan memadukan kesenian tradisional Bali, Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Papua, mengangkat berbagai budaya lokal dikolaborasikan dengan tarian-tarian modern dan akrobatik dengan iringan musik, efek suara dan lampu sehingga pertunjukan ini terlihat begitu spektakuler. Devdan Show di Nusa Dua Theatre ini dipentaskan 4 kali dalam seminggu yaitu setiap Senin, Rabu, Jumat dan Sabtu, pementasannya dimulai jam 7 malam selama 90 menit. Hiburan malam di pulau Dewata Bali ini sanggup menawarkan suasana berbeda dan menjadi tempat rekreasi yang cukup diminati di wilayah Selatan.

3. Wisata naik unta

safari unta ini bersama Bali Camel Safari, merasakan sensasi wisata bersama binatang langka gurun pasir di objek wisata pantai Sawangan di belakang Hotel Hilton Bali Resort Nusa Dua, menyusuri keindahan pantai Sawangan selama 30 ataupun 60 menit sesuai dengan paket yang dikehendaki menjadi rekreasi petualangan kecil yang layak dinikmati. Naik unta dengan pasangan bulan madu menjadi kenangan manis, yang juga sering digunakan untuk momen pemotretan pre-wedding dengan latar belakang pemandangan laut biru yang indah. Pantai Sawangan sendiri merupakan salah satu objek wisata yang terletak di Nusa Dua Selatan. Rekreasi ini cocok juga untuk pasangan bulan madu.

4. Pantai Geger

sebuah objek wisata pantai  yang terletak di Nusa Dua bagian Selatan, pantai ini menyuguhkan pesisir berpasir putih, air lautnya tenang dan jernih, suasananya sepi, sebagian wilayah pantainya menjadi private beach Hotel Mulia Bali, tapi anda masih bisa berkunjung ke tempat tersebut hanya untuk sekedar berenang, bermain kayak atau bersantai menikmati pemandangan indah alam laut dengan pasir putihnya uang lembut. Sisi lainnya dari destinasi wisata ini, di bagian Selatan Pura Geger menyuguhkan pesona alam yang cantik dan sepi, tebing-tebing karang menghiasi kawasan tersebut menyuguhkan keindahan alam instagramable dan ideal menjadi destinasi tour anda di wilayah Bali Selatan.

5. Museum Pasifika

sebuah museum seni yang terletak di Nusa Dua, banyak lukisan bersejarah ditampilkan di museum Pasifika ini termasuk hasil karya maestro seni lukis Indonesia Affandi. Didirikan pada tahun 2006 di atas lahan 12.000 m2, menyuguhkan kebudayaan Asia dan Pasifik serta berbagai artefak budaya dengan Bali sebagai titik pertemuannya. Yang menjadi koleksi dari museum ini adalah lukisan, tekstil, patung serta berbagai benda antik. Sekitar 600 buah hasil karya seni sekitar 200 seniman Indonesia. Bagi anda pecinta seni sayang untuk melewatkan perjalanan tour anda ke tempat ini. Museum ini memberikan opsi lain wisata dan tujuan tour selain pantai di wilayah Bali Selatan.

6. Pulau Peninsula

sebuah pulau kecil yang terletak sebelum objek wisata waterblow berbentuk lapang dengan padang rumput hijau yang pada pinggirnya terdapat pohon-pohon perindang dan pada tengah lapang terdapat patung Arjuna dan Krisna yang menyambut kedatangan anda, di sekitarnya terdapat pesisir pantai berpasir putih termasuk keberadaan waterblow. Kawasan pulau Peninsula ini cocok untuk bersantai, menikmati ketenangan serta menyepi menikmati taman serta pemandangan alam laut. Tidak dikenakan tiket masuk jika berkunjung ke tempat ini.

7. Bali National Golf

sebuah rekreasi bergengsi yang terletak di kawasan Nusa Dua dengan 18 holes, menjadi tempat rekreasi yang sangat diminati oleh kaum eksekutif. Sering digelar turnamen skala nasional dan internasional. Jika anda menginap di kawasan ITDC Nusa Dua maka Bali National Golf bisa dijangkau dengan lebih mudah. Lapangan golf berkelas ini memberikan fasilitas terbaik standard internasional. Wilayah Bali Selatan memang menawarkan sejumlah destinasi wisata golf, anda juga bisa menemukan lapangan golf di kawasan Gunung Payung di desa Kutuh dan Pecatu, searah perjalanan ke objek wisata Uluwatu.

Pulau Bunaken : Rasakan Sekilas Keistimewaan Pulau Bunaken

Bunaken adalah sebuah pulau seluas 8,08 km² di Teluk Manado, yang terletak di utara pulau Sulawesi, Indonesia. Pulau ini merupakan bagian dari kota Manado, ibu kota provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Pulau Bunaken dapat di tempuh dengan kapal cepat (speed boat) atau kapal sewaan dengan perjalanan sekitar 30 menit dari pelabuhan kota Manado. Di sekitar pulau Bunaken terdapat taman laut Bunaken yang merupakan bagian dari Taman Nasional Bunaken.

Baca juga : Pulau Sumba -> Destinasi Wisata Paling Kece di Sumba

Taman laut ini memiliki biodiversitas kelautan salah satu yang tertinggi di dunia. Selam scuba menarik banyak pengunjung ke pulau ini. Secara keseluruhan taman laut Bunaken meliputi area seluas 75.265 hektare dengan lima pulau yang berada di dalamnya, yakni Pulau Manado Tua (Manarauw), Pulau Bunaken, Pulau Siladen, Pulau Mantehage berikut beberapa anak pulaunya, dan Pulau Naen. Meskipun meliputi area 75.265 hektare, lokasi penyelaman (diving) hanya terbatas di masing-masing pantai yang mengelilingi kelima pulau itu.

Flora dan Fauna Taman Nasional Bunaken

Taman Nasional Bunaken berada di pusat Segitiga Terumbu Karang atau Coral Triangle yang membentang di perairan Indonesia, Malaysia, hingga Timor Leste. Dengan demikian, Taman Nasional Bunaken memiliki ekosistem terumbu karang yang sangat kaya. Berdasarkan data yang ada, terdapat 390 spesies terumbu karang di kawasan taman nasional ini. Luas terumbu karang di kawasan ini mencapai 11.709 hektare, dengan 68 ganera. Taman Nasional Bunaken juga memiliki beberapa jenis hutan bakau yang luasnya mencapai 2.434 hektare dengan 28 spesies. Ada juga ppadang lamun seluas 5.108 hektare dengan 9 spesies, serta lebih dari 2.000 spesies ikan karang, 200 spesies moluska, dan 8 spesies mamalia laut. Di daratan Taman Nasional Bunaken terdapat pohon sagu, woka, silar, hingga kelapa. Selain itu juga terdapat beberapa spesies hewan darat seperti rusa dan kuskus. Sementara di hutan bakaunya terdapat habitat kepiting, moluska, dan burung laut.

Tempat Wisata Taman Nasional Bunaken

Taman Nasional Bunaken berada di pusat Segitiga Terumbu Karang atau Coral Triangle yang membentang di perairan Indonesia, Malaysia, hingga Timor Leste. Dengan demikian, Taman Nasional Bunaken memiliki ekosistem terumbu karang yang sangat kaya. Berdasarkan data yang ada, terdapat 390 spesies terumbu karang di kawasan taman nasional ini. Luas terumbu karang di kawasan ini mencapai 11.709 hektare, dengan 68 ganera. Taman Nasional Bunaken juga memiliki beberapa jenis hutan bakau yang luasnya mencapai 2.434 hektare dengan 28 spesies. Ada juga ppadang lamun seluas 5.108 hektare dengan 9 spesies, serta lebih dari 2.000 spesies ikan karang, 200 spesies moluska, dan 8 spesies mamalia laut. Di daratan Taman Nasional Bunaken terdapat pohon sagu, woka, silar, hingga kelapa.

Pulau Sumba : Destinasi Wisata Paling Kece di Sumba

Pulau Sumba adalah sebuah pulau di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Luas wilayahnya 10.710 km² dan titik tertingginya Gunung Wanggameti (1.225 m). Sumba berbatasan dengan Sumbawa di sebelah barat laut, Flores di timur laut, Timor di timur, dan Australia di selatan dan tenggara. Selat Sumba terletak di utara pulau ini. Di bagian timur terletak Laut Sawu serta Samudra Hindia terletak di sebelah selatan dan barat.

Baca juga : Pulau Lombok -> Beberapa Fakta Menarik Pulau Lombok

Secara administratif pulau ini termasuk wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pulau ini sendiri terdiri dari empat kabupaten: Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Sumba Tengah, dan Kabupaten Sumba Timur. Kota terbesarnya adalah Waingapu, ibu kota Kabupaten Sumba Timur. Kota tersebut juga terdapat bandar udara dan pelabuhan laut yang menghubungkan Pulau Sumba dengan pulau-pulau lainnya di Indonesia seperti Pulau Sumbawa, Pulau Flores, dan Pulau Timor.

Keindahan alam Indonesia memang sangat kaya. Tak hanya Bali yang menjadi daya tarik pariwisata di Indonesia, Nusa Tenggara Timur pun memiliki berbagai keindahan alam yang menakjubkan. Pulau Sumba salah satu dari sekian banyak dataran megah di Nusantara. Indahnya alam di Sumba ini tak kalah jika dibandingkan dengan Hawaii lho! Berikut beberapa destinasi atau tempat wisata di Pulau Sumba yang bakal bikin takjub.

1. Bukit Wairinding
Hamparan rerumputan yang tertiup angin akan memanjakan mata. Padang savana berwarna hijau saat musim hujan, dan berwarna kuning saat kemarau. Bukit Wairinding yang juga pernah menjadi salah satu lokasi pemotretan Dian Sastrowardoyo ini berlokasi di Desa Pambotanjara, Waingapu, Sumba Timur.

2. Pantai Puru Kambera
Pantai Puru Kambera terletak 25 kilometer arah timur Kota Waingapu. Panorama pasir putih nan cantik serta air laut berwarna biru jernih bisa kamu temukan di sini. Terdapat pula hamparan savana hijau di sekitar pantai. Kamu juga akan menjumpai beberapa kuda terlihat sedang menikmati santapannya di padang hijau tersebut.

3. Persawahan Mauliru
Siapa sangka kalau kawasan persawahan juga bisa menjadi destinasi wisata? Persawahan Mauliru menjadi salah satu daya tarik di Sumba Timur. Hamparan hijaunya sangat aestetik, bisa menenangkan hati dan pikiran. Selain itu, berfoto dengan latar belakang persawahan Mauliru ini juga sangat Instagramable lho!

4. Danau Weekuri
Danau Weekuri dikenal memiliki air yang asin. Danau ini berada di Kabupaten Sumba Barat Daya. Air danaunya memiliki kadar garam yang tinggi, sehingga mampu mengapungkan tubuh wisatawan yang berenang. Birunya air laut dijamin akan menghipnotismu. Keren banget, deh!

5. Pantai Mandorak
Pantai Mandorak menduduki posisi kedua setelah Danau Weekuri sebagai objek wisata terbaik di Sumba. Berada di Kabupaten Sumba Barat Daya, pantai ini tak kalah indah dari Hawaii. Uniknya, pantai ini berada di balik tebing curam. Saat sore hari, semburat cahaya matahari terbenam turut andil memperindah panorama Pantai Mandorak. Serasa menemukan kepingan surga.

Pulau Lombok : Beberapa Fakta Menarik Pulau Lombok

Pulau Lombok adalah sebuah pulau di kepulauan Sunda Kecil atau Nusa Tenggara yang terpisahkan oleh Selat Lombok dari Bali di sebelah barat dan Selat Alas di sebelah timur dari Sumbawa. Pulau ini kurang lebih berbentuk bulat dengan semacam “ekor” di sisi barat daya yang panjangnya kurang lebih 70 km. Pulau yang bersebelahan dengan Pulau Bali ini, tak kalah menarik karena pulau ini akan memanjakan siapa saja yang dating. Tak kalah dengan Bali, pulau Lombok juga memiliki pantai-pantai yang indah seperti Pantai Pink, Pantai Senggigi, juga pantai lain yang tersbar di pinggiran area Pulau Lombok. Masih banyak lagi fakta-fakta menarik terkait Pulau Lombok, dilansir dari berbagai sumber, berikut Beberapa fakta menarik Pulau Lombok.

Baca juga : Pulau Bunaken -> Rasakan Sekilas Keistimewaan Pulau Bunaken

1. Makna Lombok

Banyak yang mengira pulau kecil Lombok ini diartikan sebagai Cabai sesuai dengan tuturan Bahasa Jawa. Namun anggapan ini salah, Lombok sebenarnya berasal dari Bahasa sasak yang disebut “Lomboq” dimana artinya Lurus.

Konon Nama ini diberikan untuk memperingati perjalanan panjang leluhur masyarakat Lombok saat emenemukan pulau ini. Siring berjalannya waktu, kata “Lomboq” diubah menjadi Lombok. Hingga sampai saat ini kata tersebut lebih popular dan dikenal oleh banyak orang.

2. Suku Asli Lombok

Penduduk asli Pulau Lombok adalah suku Sasak yang mayoritasnya menganut agama Islam. Selain suku sasak yang populasinya mencapai 80%, Pulau Lombok juga terdiri dari beragam etnis seperti imigran pulau Jawa, Etnis Tionghoa, dll.

3. Memiliki Gunung Tertinggi Berapi Kedua di Indonesia

Rinjani, merupakan salah satu gunung berapi yang masih aktif di Indonesia, adalh salah satu gunung berapi tertinggi kedua yang terletak di tiga kabupaten seperti Lombok Timur. Lombok Tengah, dan Lombok Barat. Dari puncak Rinjani pendaki ataupun wisatawan dapat melihat pemandangan hampir seluruh dari pulua Lombok, karena ketinggian RInjani ini dapat Mencapai 3.726 mdpl. Tak heran jika Rinjani merpakan salah satu Destinasi favorit wisatawan dari luar Pulau Lombok.

4. Terdapat kawasan bebas kendaraan bermotor

Di beberapa daerah di belahan dunia, terdapat beberapa daerah yang bebas kendaraan bermotor seperti Giethoorn Belanda. Namun Lombok juga memiliki kawasan seperti itu tepatnya di Gili Trawangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Peraturan adat menekankan bahwasanya disana tidak boleh terdapat kendaraan bermotor, kemudian peraturan tersebut diadopsi oleh pemerintah setempat sehingga penduduk setempat harus berjalan kaki atau menggunakan sepedauntuk beraktifitas di sehari-hari.

5. Wisata Halal Terbaik

Dengan mayoritasnya masyarakat beragama islam, maka Lombok menjadi destinasi halal terbaik di Indonesia, bahkan di dunia. Melalui penganugrahan World Halal Tourism Award di Dubai 2017 dan muslim Travel Index pada 2019 (GMTI) Indonesia menjadi wisata halal terbaik. Di Lombok wisatawan dapat menemukan banyak nya masjid yang terdapat di setiap dusun maupun ditengah kota. Dengan julukannya sebaga Negeri Seribu Masjid, dan juga wisata religi masjid Agung Islamic Center, Lombok mendapat dukungan besar sebagai wisata halal terbaik.

Wisata Danau Toba : Danau Terbesar di Indonesia

Wisata Danau Toba merupakan sebuah danau yang berasal dari letusan gunung vulkanik terbesar di Sumut, Gunung Toba. Situs wisata danau ini menjadi tempat wisata di Medan yang wajib dikunjungi berkat keindahan danau, cerita legenda, dan proses pembentukannya. Menurut Wikipedia, sebelum menjadi sebuah danau yang sangat luas, kawasan ini berupa kawasan gunung yang subur. Gunung ini kemudian meletus sekitar 74.000 tahun yang lalu.

Baca juga : Labuan Bajo : Surga Tersembunyi di Indonesia Bagian Timur

Pasca letusan, terbentuklah cekungan sedalam 450 meter dan luas mencapai 1.145 kilometer persegi. Cekungan ini kemudian menjadi sebuah danau. Jika dilihat dari luas dan kedalaman danau, situs danau alami ini mirip sebuah lautan yang memiliki sebuah pulau di tengahnya. Pulau yang terletak di tengah danau ini adalah Pulau Samosir. Pulau ini berpenghuni dan menjadi ‘rumah’ masyarakat Toba. Tanah di pulau ini sangat subur sehingga mudah menghasilkan banyak jenis tanaman yang bermanfaat.

Keindahan Danau

Daya tarik pertama dan yang paling utama adalah keindahan danau dan alam sekitarnya. Area perairan danau sangat bersih karena masyarakat setempat benar-benar menjaga kawasan ini agar tetap lestari dan asri. Para wisatawan yang berkunjung diminta untuk menjaga kebersihan. Salah satu upaya untuk menjaga kebersihan dan keasrian danau adalah dengan menyediakan tempat sampah. Masyarakat setempat juga selalu menjaga keseimbangan ekosistem, baik ekosistem daratan, termasuk di Pulau Samosir, maupun ekosistem di perairan danau. Dengan upaya ini, dari dulu hingga sekarang, kawasan wisata ini sangat subur. Hasil panen terus melimpah. Demikian juga dengan hasil tangkapan ikan air tawar.

Kerusakan lingkungan

Pada bulan Mei 2012, Pemkab Samosir menerbitkan surat keputusan (SK) Bupati Samosir No. 89 tanggal 1 Mei 2012 tentang Pemberian Izin Lokasi Usaha Perkebunan Hortikultura dan Peternakan seluas 800 hektare di Hutan Tele, di desa Partungko Naginjang dan Hariara Pintu, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara kepada PT Gorga Duma Sari (GDS) yang dimiliki seorang anggota DPRD Kabupaten Samosir, Jonni Sitohang.

Kemudian dilanjutkan dengan Izin Pemanfaatan Kayu (IPK) yang diberikan oleh Kepala Dinas Provinsi Sumatra Utara melalui SK Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Samosir Nomor 005 Tahun 2013. Ketua Pengurus Forum Peduli Samosir Nauli (Pesona), Rohani Manalu menyatakan bahwa izin yang didapatkan ini membuat PT GDS melakukan penebangan atas kayu-kayu alam di dalam hutan tanpa memiliki AMDAL. Rohani juga menyatakan bahwa akibat lain adalah terjadinya longsor dan banjir yang menimbulkan korban jiwa. Akibat penebangan hutan Tele, lumpur hasil erosi di atas tanah bekas penebangan tersebut telah menyebabkan pendangkalan sungai-sungai di sekitar Danau Toba.

Harga Tiket Masuk & Jam Operasional

Untuk memasuki kawasan Danau Toba, Anda akan dikenakan biaya Rp 5.000,- sampai Rp 10.000,- bergantung pada weekend maupun weekdays. Untuk menaiki kapal feri ke Pulau Samosir, Anda akan dikenakan biaya Rp 15.000,- untuk perorangannya. Untuk jam bukanya, Anda bisa mengunjungi kawasan wisata ini dari pagi hingga malam.

Labuan Bajo : Surga Tersembunyi di Indonesia Bagian Timur

Labuan Bajo merupakan salah satu kota yang berada di kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Kota Labuan Bajo juga merupakan ibu kota dari kecamatan Kecamatan Komodo dan ibu kota Kabupaten Manggarai Barat. Sedang diwacanakan pengembangan Kota Labuan Bajo. Labuan Bajo telah ditetapkan sebagai destinasi wisata superprioritas di Indonesia.

Baca juga : Raja Ampat ->  Destinasi Wisata Laut Yang Terkenal Keindahannya

Wisata Labuan Bajo yang Jadi Super Premium

Pulau Komodo

Secara administratif, pulau ini berada di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, dan berbatasan langsung dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pulau ini merupakan habitat asli binatang komodo. Di Pulau Komodo terdapat lebih dari 2.000 ekor komodo yang hidup di alam bebas.

Pulau Rinca

Pulau Rinca sangat mirip dengan Pulau Komodo. Memiliki fitur pantai yang indah dan beberapa bukit. Tanah di sini sebagian besar ditutupi padang rumput. Anda dapat menjumpai banyak hewan liar di sini. Pantai di sini juga dihiasi beberapa karang kecil. Pulau Rinca memiliki luas sekitar 18.500 hektare, yang juga merupakan rumah tempat tinggal bagi sekitar 2.000 lebih komodo. Pulau ini menampung lebih banyak dari Pulau Komodo.

Puncak Waringin

Labuan Bajo yang akan menjadi wisata super premium juga mempersiapkan ruang kreatif. Puncak Waringin akan menjadi ruang untuk berkarya bagi talenta ekonomi kreatif setempat. Puncak Waringin merupakan salah satu spot tertinggi di Labuan Bajo. Berada di sini, traveler dapat menikmati alam Labuan Bajo dari ketinggian.

Goa Batu Cermin

Goa Batu Cermin merupakan destinasi wisata “perut bumi” dengan pesona batu karang yang berkilau seperti cermin karena terkena sinar matahari. Diharapkan dengan penataan kawasan ini Goa Batu Cermin dapat menjadi destinasi wisata favorit baru di NTT selain Pulau Komodo dan Labuan Bajo. Penataan Goa Batu Cermin meliputi pembangunan sejumlah fasilitas seperti ampiteater dan rumah budaya untuk mendukung kegiatan seni dan budaya lokal. Fasilitas lain yang juga dibangun adalah trekking point menuju goa, kantor pengelola, loket, kafetaria, area parkir, auditorium, pusat informasi, dan toilet.

Fasilitas umum

Kota kecil di pinggir pantai paling barat Pulau Flores ini, banyak memiliki fungsi strategis, antara lain :

  • Pusat pemerintahan; ibu kota kabupaten dan kecamatan. Kantor Bupati Manggarai Barat, Kantor DPRD, Kantor Camat dan Kantor Dinas pemerintahan.
  • Pusat pendidikan; 4 sekolah lanjutan atas(SMAN 1 Komodo, SMKN 1 Komodo, SPM, SMA Katolik Loyola,SMAK Seminari St.Yohanes Paulus II), 4 sekolah lanjutan pertama (SMPN 1 Komodo, SMPK Loyola, SMPK Arnoldus, MTs )
  • Pusat perdagangan; sejak dulu Mbajo (sebutan oleh orang lokal) merupakan tempat berlabuhnya para pedagang dari Makassar(Bajo dan Bugis), hingga dibangunnya Dermaga Ferry, Pelabuhan PELNI
  • Pusat Pariwisata; tempat-tempat pariwisata banyak terdapat di Labuan Bajo, antara lain; Pantai Pede, Pantai Gorontalo, Puncak Waringin, Gua Batu Cermin, dan beberapa objek wisata pantai di pulau-pulau sekitar Labuan Bajo, seperti; Wae Cicu, Pulau Bidadari, Batu Gosok/Kanawa, dan Taman Nasional Komodo,Pulau Padar, Pulau Sebayur, Pulau Rinca, Siaba, Taka Makasar, Gili Lawa, Manta Point, Pulau Kalong, Manjarite, Pink Beach/Long Beach

Raja Ampat : Destinasi Wisata Laut Yang Terkenal Keindahannya

Raja Ampat merupakan sebuah kabupaten di Provinsi Papu Barat. Kabupaten ini memiliki empat pulau besar yaitu Pulau Waigeo, Batanta, Salawati, dan Misool. Selain itu ada juga 1.847 pulau kecil yang ada di Raja Ampat. Menurut penjelasan dalam indonesia.travel, nama Raja Ampat berasal dari legenda masyarakat setempat. Dahulu diyakini ada seorang wanita yang menemukan tujuh telur. Empat telur diantaranya menetas dan menjadi raja yang berkuasa di empat pulau besar.

Baca juga : Wisata Danau Toba : Danau Terbesar di Indonesia

Tempat Wisata Raja Ampat

Di awal sudah sempat disinggung bahwa Raja Ampat memiliki beberapa gugus pulau besar dan kecil. Maka tak heran jika tempat wisata ini memiliki beberapa destinasi andalan yang dapat Anda kunjungi. Berikut ini tempat-tempat di Raja Ampat yang indah dan unik :

1. Bukit Pianemo

Bukit pianemo merupakan tempat yang banyak dikunjungi wisatawan yang datang ke Raja Ampat. Untuk sampai ke atas bukit, Anda harus mendaki ratusan anak tangga. Sehingga pastikan Anda menyiapkan fisik yang kuat. Namun tenang saja, karena di area anak tangga tersedia pondok kecil untuk istirahat sejenak.

Tak hanya pondok istirahat sepanjang perjalannya, fasilitas lain juga tersedia di atas bukit. Di sana terdapat balkon yang menghadap gugus Pulau Karst. Perjalanan panjang dan melelahkan terbayar dengan pemandangan indah dari atas bukit.

2. Pulau Rufas

Pulau Rufas terletak di dekat Bukit Pianemo. Di pulau ini terdapat laguna yang indah. Warna air di laguna ini toska cerah dan pasir berwarna putih yang ada di tepinya. Pasir putih lembut, dilengkapi ikan kecil yang ada di pinggir laguna membuat pemandangan pulau ini sangat indah.

3. Pulau Wayag

Pulau ini terletak di Desa Waigeo Barat, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Pulau ini terkenal dengan warna air lautnya yang unik. Air laut di pulau ini berwarna biru muda dan biru tua. Perbedaan warna tersebut tergantung dari kedalamannya.

4. Pulau Salawati

Pulau Salawati merupakan salah satu dari empat pulau besati di Raja Ampat. Luasnya mencapai 1.623 km persegi. Pulai ini memiliki hutan sagu yang lebat hampir tiga per empat dari luas Pulau Salawati. Pohon sagu tersebut tumbuh liar tanpa sengaja di tanam.

5. Pulau Misool

Pulau besar lainnya yang ada di Raja Ampat yaitu Pulau Misool. Pulau ini berbatasan langsung dengan Laut Seram dan perairan laut lepas yang menjadi lalu lintas hewan besar termasuk paus. Pulau ini memiliki air yang jernih dan taman laut yang menakjubkan. Pada bagian barat dan timur pantai terdapat kepulauan batu karang yang menambah indah pantai Pulau Misool.

6. Pulau Kri

Pulau ini menjadi spot penyelaman terbaik di Raja Ampat. Letaknya di Desa Yenbuba, di Distrik Meos Mansar, Kabupaten Raja Ampat, Papu Barat. Pulau Kri memiliki keindahan laut dan biotanya. Tempat wisata ini menjadi lokasi snorkeling dan menyelam yang indah. Ombaknya juga tenang, sehingga cukup aman untuk aktivitas air. Airnya sangat jernih sehingga Anda bisa menikmati pemandangan bawah laut dengan jelas.

Berapa Biaya ke Raja Ampat?

Sebagai tempat wisata yang indah tentu banyak orang yang ingin berkunjung ke pulau ini. Pertanyaan yang sering muncul saat ingin berwisata ke tempat baru yaitu terkait biaya yang harus dikeluarkan. Biaya ke Raja Ampat setiap orang tentu tidak sama. Setiap orang memiliki rincian biaya liburannya masing-masing. berikut ini kisaran biaya ke Raja Ampat.

  • Biaya transportasi Jakarta – Sorong: Rp3.000.000 – Rp6.000.000.
  • Biaya transportasi laut Sorong – Waisai: Rp130.000.
  • Biaya transportasi darat: Rp15.000 – Rp100.000.
  • Tarif masuk ke Raja Ampat: Rp500.000/orang untuk wisatawan lokal dan Rp1.000.000/orang untuk wisatawan mancanegara.
  • Biaya penginapan: Rp250.000 – Rp400.000.
  • Biaya transportasi antar pulau: Rp6.000.000 – Rp13.000.000.
  • Biaya konsumsi: Rp20.000/porsi.

Rincian biaya di atas hanyalah estimasi. Kebutuhan biaya setiap orang tentu berbeda. Anda bisa terlebih dahulu membuat rincian sebelum berlibur ke Raja Ampat.

Gunung Rinjani

Gunung Rinjani adalah gunung yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung yang merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 mdpl serta terletak pada lintang 8º25′ LS dan 116º28′ BT ini merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya. Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41.330 ha dan ini akan diusulkan penambahannya sehingga menjadi 76.000 ha ke arah barat dan timur. Secara administratif gunung ini berada dalam wilayah tiga kabupaten: Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Utara.

Baca juga : Gunung Semeru

Objek Wisata Gunung Rinjani

1. Padang Savana Sembalun Lawang

Pesona pertama dari Gunung Rinjani adalah Padang Savana Sembalun Lawang. Sembalun lawang merupakan jalur pendakian Gunung Rinjani yang sangat cocok bagi pemula. Di titik awal dari jalur pendakian ini, para pendaki memulai pendakian dari Savana Sembalun Lawang. Sembalun Lawang menyuguhkan pemandangan khas savana yang menakjubkan dengan panjang sekitar 6 km perjalanan bagi pendaki. Sejauh mata memandang, savana ini didominasi dengan rerumputan yang tumbuh menjulang dengan ketinggian mencapai 1 hingga 1,5 meter.

2. Plawangan Sembalun dan Romantisme Sunset

Plawangan Sembalun merupakan sebuah lokasi yang cukup luas dan biasanya digunakan sebagai tempat bermalam bagi para pendaki Gunung Rinjani. Selain lokasinya yang cukup landau dan rata, tempat ini dipilih sebagai lokasi untuk mendirikan tenda karena ia menghadap langsung ke Segara Anak. Di sini, para pendaki bisa beristirahat untuk memulihkan tenaga dan stamina untuk kemudian melanjutkan pendakian menuju puncak Rinjani. Pada saat sore tiba, jangan sampai melewatkan pemandangan sunset dari daerah sekitar Plawangan Sembalun ini ya.

3. Segara Anak

Siapa sih yang tidak tahu dengan Ranu Kumbolo di Semeru? Danau yang keindahannya mendunia itu menjadi rebutan jutaan mata dan lensa kamera para wisatawan yang melewatinya. Tak jarang juga banyak pengunjung yang rela menempuh perjalanan jauh hanya untuk singgah dan bermalam di tengah kesunyiannya. Nah, ada alternatif lainnya yang bisa Anda kunjungi selain Ranu Kumbolo yang ada di Gunung Semeru. Anda bisa mencoba untuk singgah ke Segara Anak. Segara Anak ini merupakan wisata danau anti mainstream yang instagramable di kawasan Gunung Rinjani. Warna airnya yang jernih ditambah dengan pemandangan sekeliling danau yang asyik membuat siapapun tak jemu memandangnya.

4. Gunung Batu Jari

Pesona dari Gunung Rinjani adalah Gunung Batu Jari. Gunung Batu Jari ini sering juga disebut sebagai Gunung Anak Rinjani. Gunung merupakan gunung baru yang terletak di kaldera sebelah timur kawasan wisata. Gunung Batu Jari terbentuk pada tahun 1944 dengan lebar kawah sekitar 170 m dan panjang 200 m, sedangkan untuk ketinggiannya mencapai 2.296 hingga 2.376 mdpl.

5. Puncak Rinjani

Salah satu tujuan utama dari mendaki gunung adalah menikmati sensasi puncaknya. Ya tentu saja demikian, dan perlu kita ketahui bersama bahwa setiap puncak memiliki sensasi yang berbeda. Begitu pula dengan puncak situs wisata ini yang juga disebut sebagai puncak Anjani

Gunung Semeru

Gunung Semeru adalah sebuah gunung berapi kerucut di Jawa Timur, Indonesia. Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Gunung ini terbentuk akibat subduksi Lempeng Indo-Australia kebawah Lempeng Eurasia. Gunung Semeru juga merupakan gunung berapi tertinggi ketiga di Indonesia setelah Gunung Kerinci di Sumatra dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat. Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko.

Baca juga : Gunung Bromo

Gunung Semeru secara administratif termasuk dalam wilayah dua kabupaten, yakni Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Gunung ini termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Semeru mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung. Posisi geografis Semeru terletak antara 8°06′ LS dan 112°55′ BT. Pada tahun 1913 dan 1946 Kawah Jonggring Saloka memiliki kubah dengan ketinggian 3.744,8 m hingga akhir November 1973. Di sebelah selatan, kubah ini mendobrak tepi kawah menyebabkan aliran lava mengarah ke sisi selatan meliputi daerah Pronojiwo dan Candipuro di Lumaja.

Objek Wisata Gunung Semeru

Ranu Pani

Ranu Pani merupakan objek wisata berupa danau yang terletak di Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Ranu Pani termasuk ke dalam bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Ranu Pani merupakan salah satu titik berangkat untuk para pendaki yang akan melakukan pendakian ke Gunung Semeru. Desa Ranu Pani adalah desa terakhir sebelum Gunung Semeru. Danau cantik ini merupakan danau vulkanik yang memiliki luas sekitar satu hektare. Apabila kamu tak ingin mendaki Gunung Semeru, kamu bisa hanya sebatas bermalam di danau dengan mendirikan tenda.

Ranu Kumbolo

Ranu Kumbolo merupakan sebuah danau yang terletak di dalam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Ranu Kumbolo juga merupakan danau yang termasuk dalam bagian rute termudah yang berasal dari Ranu Pani menuju puncak Gunung Semeru. Danau air tawar ini terletak di Pegunungan Tengger, tepatnya di kaki Gununug Semeru. Danau ini memiliki luas area sekitar 15 hektare. Danau ini wajib disinggahi bagi para pendaki yang ingin melanjutkan perjalanan ke puncak. Biasanya Ranu Kumbolo dijadikan sebagai tempat untuk para pendaki untuk transit apabila ingin melanjutkan perjalanan ke puncak Mahameru. Namun, buat kamu yang ingin menikmati keindahan pemandangan Ranu Kumbolo tetap bisa mencoba mendirikan tenda untuk bermalam di sini.

Ranu Regulo

Tempat wisata di kaki gunung Semeru hampir semuanya berbentuk ranu atau danau. Salah satu danau yang tak boleh kamu lewatkan di sekitaran gunung Semeru adalah Ranu Regulo. Danau ini juga masih termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Danau ini tidak jauh dari Ranu Pani dan memang letaknya agak tersembunyi. Namun, setibanya di danau ini kamu akan menikmati keindahan alam berbeda setelah Ranu Kumbolo. Walaupun ada tiga danau sekaligus berada di area Gunung Semeru, namun keindahan ketiganya berbeda-beda dengan ciri khasnya masing-masing.

Kebun Teh Kertowono

Tempat wisata di kaki gunung Semeru selanjutnya yang bisa dikunjungi adalah Kebun Teh Kertowono. Kebun teh ini terletak di Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Karena posisi kebun teh ini berada di lereng gunung Semeru, tak heran kalau pemandangannya sangat memukau. Punya udara sejuk, dipadu dengan panorama alam yang sangat memanjakan mata. Kebun teh ini terletak di ketinggiam sekitar 1.200 mdpl. Untuk bisa sampai ke puncak kebun teh ini kamu harus menempuh perjalanan sekitar 55 kilometer dari Kota Lumajang. Walaupun perjalanan cukup panjang, kamu tidak akan kecewa dengan hadirnya pemandangan yang ditawarkan.

Air Terjun Coban Sewu

Air terjun Coban Sewu termasuk salah satu tempat wisata di kaki gunung Semeru yang bisa kamu kunjungi. Air terjun ini menawarkan keindahan alam dan pesona air terjun yang eksotis. Hal menarik dari air terjun ini terletak dari adanya tebing-tebing yang menjulang tinggi seolah membentuk tirai. Ketika melihat dari ketinggian, kamu akan dibuat terpana dengan pesona air terjun Coban Sewu ini. Udaranya yang sejuk akan membuat kamu nyaman dan betah berada di kawasan wisata ini. Lokasi air terjun Coban Sewu ini tepatnya terletak di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang.

Gunung Bromo

Gunung Bromo juga disebut Kaldera Tengger, adalah sebuah gunung berapi aktif di Jawa Timur, Indonesia. Gunung ini memiliki ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut dan berada dalam empat wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang. Gunung Bromo terkenal sebagai objek wisata utama di Jawa Timur. Sebagai sebuah objek wisata, Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif. Gunung Bromo termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Baca juga : Gunung Rinjani

Nama Bromo berasal dari nama dewa utama dalam agama Hindu, Brahma. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi, Ia mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.

objek wisata Bromo

1. Kawah Gunung Bromo

Objek wisata Bromo yang pertama adalah kawah gunungnya. Kawah gunung Bromo adalah destinasi yang wajib dikunjungi. Di sana, Anda bisa melihat secara langsung kecantikan kawah Bromo yang begitu memesona dan alami. Untuk mencapainya kawah gunung Bromo, Anda hanya perlu berjalan kaki sekitar 2 km dari area parkir. Anda juga dapat menyewa dan menaiki kuda untuk menuju kawah gunung ini.

2. Padang Rumput Savana

Obyek wisata Bromo yang kedua adalah Padang Rumput Savana. Padang rumput savana Bromo terletak di selatan timur gunung. Padang rumput ini terletak pada sebuah lembah hijau yang di kelilingi tebing-tebing menjulang tinggi dan beberapa punggung gunung kecil.

Padang Rumput Savana Bromo yang sangat luas ini sangat menakjubkan dan membuat kaget, karena jalur mencapai savana adalah lautan pasir yang gersang, namun saat memasuki padang rumput Anda akan disuguhi oleh pemandangan yang benar-benar hijau. Terletak di lembah jemplang, akses termudah untuk menuju padang rumput ini adalah dengan menunggangi kendaraan biasa atau sepeda motor via Malang atau Lumajang.

3. Pasir Berbisik

Objek wisata Bromo yang ketiga adalah Pasir Berbisik. Sebelum sampai kawah, Anda akan disambut dengan pemandangan hamparan pasir yang cukup luas. Hamparan pasir ini diberi nama Pasir Berbisik. Areanya cukup luas, sehingga memudahkan pengunjung untuk mengambil spot terbaik guna berswafoto.

4. Bukit Teletubbies Bromo

Objek wisata Bromo yang keempat adalah Bukit Teletubbies Bromo. Bukit Teletubbies telah menjadi salah satu obyek favorit bagi banyak wisatawan untuk sekadar berjalan-jalan menikmati pemandangan sambil berfoto-foto.

5. Pura Luhur Poten

Objek wisata Gunung Bromo yang kelima adalah Pura Luhur Poten. Ini adalah tempat wisata yang cukup unik. Jika objek wisata gunung Bromo yang sebelumnya dipenuhi dengan keindahan alam, sekarang Anda akan menemui tempat ibadah yang disebut Pura Luhur Poten. Pura di sini merupakan tempat ibadah warga sekitar yang memeluk agama Hindu.

6. B 29 Argosari

Objek wisata gunung Bromo yang keenam adalah B 29 Argosari. B 29 Argosari adalah salah satu spot camping favorit di daerah Bromo. Destinasi wisata yang satu ini memang cukup asing bagi pengunjung Bromo. Tempat ini merupakan puncak yang paling tinggi di kawasan Wisata Gunung Bromo, lebih tinggi dari penanjakan 1.

7. Bukit Mentigen

Objek wisata gunung Bromo yang ketujuh adalah Bukit Mentingen. Selain Penanjakan 1 dan Penanjakan 2, alternatif ketiga untuk spot view sunrise adalah dari Bukit Mentigen. Di sini, pengunjung cukup berjalan kaki saja dari area penginapan atau hotel di daerah Cemara Lawang Probolinggo.

8. Bukit Kingkong

Objek wisata Gunung Bromo yang kedelapan adalah Bukit Kingkong. Bukit Kingkong telah menjadi salah satu tempat yang sering digunakan untuk melihat kecantikan sunrise di Bromo. Tempatnya tidak jauh dari penanjakan 1, jaraknya sekitar 2,5 km.

Kawah Putih Ciwedey Bandung

Harga Tiket

Harga Tiket Kawah Putih Ciwidey Bandung yang berlaku bulan November tahun 2022 ini berkisar antara Rp.28.000 sampai Rp.109.000 per orang. Harga Tiket Kawah Putih yang 28K per orang untuk wisatawan lokal dan Harga Tiket Kawah Putih yang 109K per orang untuk wisatawan Mancanegara. Dan Harga itu belum termasuk ongkos angkutan khusus ke pusat Kawah yang disebut Ontang Anting. Demi Peningkatan Pelayanan Prima dan terintegrasi dari Pihak Perhutani,  Akomodasi Kawah Putih, harga tiket masuk untuk Orang, kendaraan dan wahana terbaru Kawah Putih di bulan yang berlaku di Tahun 2022 bisa dilihat dibawah :

Baca juga : Candi Gebang

ORANG

  • Wisatawan Nusantara : Rp. 28.000
  • Wisatawan Mancanegara : Rp. 109.000
  • Angkutan Wisata Ontang Anting (PP) : Rp. 29.000
  • Charge Parkir Eksklusive di Pusat Kawah : Rp. 162.000

PARKIR KENDARAAN DI BAWAH

  • Parkir Motor (R2) : Rp. 8.000
  • Parkir Mobil (R4) : Rp.15.000
  • Parkir Bis (R6) : Rp.35.000
  • Jasa Penitipan Helm : Rp.2.500

PUSAT KAWAH

  • Kuda Tunggang : Rp 50.000
  • Panahan : Rp.20.000
  • Taman Bermain Mini : Rp.20.000
  • View Desk Sunan Ibu : Rp. 11.000
  • Jembatan Apung : Rp. 15.000
  • Jasa Fhotogrpaher Profesional : Rp. 10.000
  • Charge Fhoto Sesion / Preewedding : Rp. 500.000
  • Charge Shooting : Rp. 3.000.000

FASILITAS

Kawasan wisata Kawah Putih Ciwidey Bandung telah dilengkapi berbagai fasilitas yang memadai bagi wisatawan. Area pelataran parkirnya luas dan aman. Bagi yang ingin bersantap, telah tersedia banyak pilihan kios makan. Di daerah sekitar Kawah Putih Ciwidey Bandung juga terdapat pedagang yang menjual abu belerang dan bebatuan khas Kawah Putih Ciwidey Bandung. Cinderamata tersebut berkhasiat menyembuhkan penyakit kulit hingga menghilangkan jerawat. Fasilitas yang ada di Kawah Putih Ciwidey Bandung, diantaranya:

  1. Toilet Umum
  2. Angkutan Ontang Anting
  3. Mushola
  4. Warung Makan
  5. Guide Lokal
  6. Shelter
  7. Dermaga Ponton
  8. Sky Walk
  9. Sunan Ibu
  10. Spot Fhoto

Berkunjung ke kawah Putih Ciwidey Bandung yang berada di puncak gunung Patuha di ketinggian 2434 mdpl ini sangat berbahaya, jika anda :

  1. Menceburkan diri berenang dikawahnya yang indah berwarna putih kehijauan
  2. Berada di lokasi kawah utama selama lebih dari 6 jam
  3. Menginap di lokasi kawah utama selama lebih dari 2 hari dua malam tanpa makan dan minum
  4. Merenung sendirian selama seminggu di lokasi kawah utama kawah putih (bisa “kasurupan” atau bahkan gila)
  5. Tidak mengenakan baju alias ber-bikini kayak di pantai

Semua hal di atas adalah hal-hal sangat berbahaya yang tidak boleh kalian lakukan di lokasi utama Kawah Putih Ciwidey Bandung yang beralamat lengkap di Jl. Raya Ciwidey Patengan Km 11 Bandung, Jawa Barat Indonesia 40973 dengan jam buka mulai Pk.08.00 dan tutup pada Pk.17.00 WIB. Nanti lah, kapan-kapan kita bahas apa saja LARANGAN dan ATURAN di Kawah Putih Ciwidey Bandung secara lebih mendetil.

Candi Gebang

Candi Gebang adalah candi yang terletak di Dusun Gebang, Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi ini ditemukan oleh penduduk lokal pada bulan November 1936, tetapi hanya berupa arca Ganesa. Pada tahun 1937 hingga 1939. pemerintah Hindia Belanda melakukan pemugaran sehingga bentuk Candi Gebang dapat dibuat secara utuh. Candi Gebang dibuat sekitar tahun 730–800 Masehi pada masa awal Jawa Tengah.

Baca juga : Candi Sewu

Sejarah

Candi Gebang terletak di Dusun Gebang, Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Gebang ditemukan pada November 1936 oleh penduduk setempat saat mengambil batu untuk bahan membuat rumah. Penemuan Candi Gebang berawal dari ditemukannya sebuah arca Ganesha. Objek temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Dinas Purbakala Hindia Belanda dengan mengadakan penelitian dan penggalian. Dari kegiatan penelitian dan penggalian diketahui bahwa arca tersebut ternyata tidak berdiri sendiri, tetapi merupakan bagian dari sebuah bangunan. Dari kegiatan tersebut ditemukan reruntuhan bangunan yang terdiri atas bagian atap candi, sebagian kecil tubuh, dan sebagian kaki yang masih utuh.

Selanjutnya dari temuan yang ada, dilakukan penyusunan percobaan, meskipun bagian tubuh bangunan banyak menggunakan batu pengganti. Pemugaran Candi Gebang dilaksanakan pada tahun 1937 sampai dengan 1939, dipimpin oleh V.R. van Romondt. Ditinjau dari bentuk kaki candi yang mempunyai proporsi tinggi menunjukkan bahwa Candi Gebang berasal dari periode yang tua (± 730 – 800 M). Menurut van Romondt, Candi Gebang berasal pada masa awal Jawa Tengah.

Bentuk

Candi Gebang berbentuk persegi berukuran 5,25 meter x 5.25 meter. Tingginya mencapai 7,75 meter. Bahan dasar pembuatan Candi Gebang adalah batu andesit. Bagian kaki candi setinggi 2 meter tanpa ada pahatan. Candi Gebang memiliki pintu masuk di sisi timurnya dengan tempat relung arca di samping kiri dan kanan pintu. Relung arca berisi arca Nandiswara dan arca Ganesa. Di dalam ruangan candi terdapat yoni dan lingga dengan atap berbentuk lingga.

Harga Tiket dan Parkir Candi Gebang

Harga tiket masuk Candi Gebang sangat terjangkau dan tidak dibedakan antara wisatawan lokal dengan wisatawan asing. Cukup dengan Rp5.000,00 saja, Anda dapat menikmati keindahan Candi Gebang. Bagi Anda yang membawa kendaraan bermotor akan dikenakan tarif parkir sebesar Rp2.000,00 dan Rp5.000,00 untuk kendaraan roda empat.

Candi Sewu

Candi Sewu adalah candi Buddha yang dibangun pada abad ke-8 Masehi yang berjarak sekitar delapan ratus meter di sebelah utara Candi Prambanan. Candi Sewu merupakan kompleks candi Buddha terbesar kedua setelah Candi Borobudur di Jawa Tengah. Dikenal dengan nama asli Manjusrigrha, Candi Sewu berusia lebih tua daripada Candi Borobudur dan Prambanan. Meskipun aslinya memiliki 249 candi, oleh masyarakat setempat candi ini dinamakan “Sewu” yang berarti seribu dalam bahasa Jawa. Penamaan ini berdasarkan kisah legenda Loro Jonggrang.Secara administratif, kompleks Candi Sewu terletak di Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah.

Baca juga : Kawah Putih Ciwedey Bandung

Sejarah

Berdasarkan Prasasti Kelurak yang berangka tahun 782 dan Prasasti Manjusrigrha yang berangka tahun 792 dan ditemukan pada tahun 1960, nama asli candi ini adalah ”Prasada Vajrasana Manjusrigrha”. Istilah Prasada bermakna candi atau kuil, sementara Vajrajasana bermakna tempat Wajra (intan atau halilintar) bertakhta, sedangkan Manjusri-grha bermakna Rumah Manjusri. Manjusri adalah salah satu Boddhisatwa dalam ajaran buddha. Candi Sewu diperkirakan dibangun pada abad ke-8 masehi pada akhir masa pemerintahan Rakai Panangkaran. Rakai Panangkaran (746–784) adalah raja yang termahsyur dari kerajaan Mataram Kuno.

Kompleks candi ini mungkin dipugar, dan diperluas pada masa pemerintahan Rakai Pikatan, seorang pangeran dari dinasti Sanjaya yang menikahi Pramodhawardhani dari dinasti Sailendra. Setelah dinasti Sanjaya berkuasa rakyatnya tetap menganut agama sebelumnya. Adanya candi Sewu yang bercorak buddha berdampingan dengan candi Prambanan yang bercorak hindu menunjukkan bahwa sejak zaman dahulu di Jawa umat Hindu dan Buddha hidup secara harmonis dan adanya toleransi beragama. Karena keagungan dan luasnya kompleks candi ini, candi Sewu diduga merupakan Candi Buddha Kerajaan, sekaligus pusat kegiatan agama buddha yang penting pada masa lalu.

Candi ini terletak di lembah Prambanan yang membentang dari lereng selatan Gunung Merapi di utara hingga pegunungan Sewu di selatan, di sekitar perbatasan Yogyakarta dengan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Di lembah ini tersebar candi-candi dan situs purbakala yang berjarak hanya beberapa ratus meter satu sama lain. Hal ini menunjukkan bahwa kawasan ini merupakan kawasan penting artinya dalam sektor keagamaan, politik, dan kehidupan urban masyarakat Jawa Kuno.

Haraga Tiket Masuk Candi Sewu

Destinasi wisata Candi Sewu bisa anda nikmati keindahannya dengan membayar biaya tiket masuk yang sangat terjangkau. Tiket masuk Candi Sewu Yogyakarta sendiri yaitu Rp.10.000,-/orang. Anda bisa berpuas diri menikmati megahnya bangunan candi ini bersama orang tercinta. Untuk harga retribusi parkir kendaraan yaitu Rp.5.000,- untuk mobil dan Rp.2.000,- untuk sepeda motor. Buka setiap hari mulai dari pukul 06.00-17.00 WIB. Jangan lupa catat destinasi wisata Candi Sewu Jogja di list kunjungan wisata anda di Yogyakarta bersama orang tercinta.

Candi Barong

Sejarah

Candi Barong diperkirakan dibangun pada sekitar abad ke-9 dan ke-10 masehi, sebagai peninggalan Kerajaan Medang periode Mataram. Candi ini ditemukan kembali pada awal abad ke-20 dalam kondisi runtuh saat perluasan kebun tebu untuk pembuatan pabrik gula oleh seorang Belanda. Nama barong diberikan oleh masyarakat karena terdapat hiasan kala di relung tubuh candi yang menyerupai barongan, makhluk mistis dalam mitologi Jawa. Candi Barong juga memiliki nama lain, yakni Candi Sari Suragedug. Nama ini tertulis di Prasasti Ratu Baka dalam bahasa Sanskerta. Pada prasasti tersebut, diceritakan raja bernama Sri Kumbaja membangun tiga buah lingga bernama Krttiwasalingga, Triyarbakalingga, dan Haralingga. Ketika lingga tersebut dibangun dengan pendamping Dewi Sri, Dewi Suralaksmi, dan Dewi Mahalaksmi. Tiga lingga yang disebutkan itu kemungkinan merupakan Candi Barong.

Baca juga : Candi Sambisari

Dalam Prasasti Pereng yang berangka tahun 863 M tertulis Rakai Walaing Pu Kumbhayoni memberikan sawah dan dua bukit di Tamwahurang pada tahun 784 Saka atau 860 Masehi. Sawah dan bukit tersebut diberikan untuk pemeliharaan bangunan suci Siwa yang dinamakan Bhadraloka. Menurut pendapat ahli, bangunan tersebut merujuk kepada Candi Barong.

Tapak dan kompleks bangunan

Candi berada di sisi tenggara kompleks Ratu Boko, pada ketinggian 199 m di atas permukaan laut. Di sisi barat daya, di bawah bukit, terletak Candi Banyunibo, candi Buddha. Pada posisi tenggara candi ini, berjarak sekitar 2 km, terletak Candi Ijo. Selain itu, terdapat pula di sekitarnya situs arca Ganesha, Candi Miri, Candi Dawangsari, dan Candi Sumberwatu. Candi Barong menghadap ke arah barat menyerupai punden berundak. Pada teras pertama dan kedua sudah tidak ditemukan sisa bangunan candi, hanya terdapat sisa lantai dan umpak. Teras kedua merupakan area bukaan yang cukup luas. Sebelum memasuki teras tertinggi terdapat gerbang paduraksa kecil yang mengapit tangga naik.

Pada bagian teras tertinggi terdapat dua bangunan candi untuk pemujaan, diperkirakan kepada Dewa Wisnu dan Dewi Sri. Masing-masing candi ini mempunyai ukuran kira-kira 8,18 m × 8,18 m dengan tinggi 9,05 m.Bangunan candi-candi utama ini tidak mempunyai pintu masuk, sehingga upacara pemujaan diperkirakan dilakukan di luar bangunan. Ketika ditemukan, candi ini telah runtuh. Pemugaran dimulai 1987 dengan menyusun kembali dua candi utama.

Pemugaran selesai 1992, dilanjutkan dengan pemugaran talud dan pagar. Selama pemugaran ditemukan arca Dewa Wisnu dan Dewi Sri. Selain itu ditemukan satu arca Ganesha dan beberapa peripih kotak terbuat dari batu andesit dan batu putih. Dalam salah satu pripih terdapat lembaran-lembaran perak dan emas bertulisan, tetapi tulisan itu sudah tak terbaca. Mendampingi pripih ditemukan pula sejumlah perlengkapan rumah, seperti mangkuk keramik, mata panah, guci, dan sendok.

Harga Tiket Masuk & Lokasi

Candi Barong berlokasi di Dusun Candisari, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi ini berada di area perbukitan kapur, tanah yang kurang subur dan sawah tadah huja. Nama candi Barong berasal dari bentuk hiasan yang ada pada setiap sisi tubuh candi yang menyerupai gambaran Barongan.
Sedangkan harga tiket masuk Candi Barong cukup terjangkau, untuk wisatawan lokal yaitu Rp5.000 dan untuk wisatawan asing dikenakan biaya Rp10.000.

Candi Sambisari

Candi Sambisari adalah candi Hindu (Siwa) yang berada di Purwomartani, Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Posisinya kira-kira 12 km di sebelah timur kota Yogyakarta ke arah kota Solo atau kira-kira 4 km sebelah barat kompleks Candi Prambanan. Candi ini diperkirakan dibangun pada dekade awal abad ke-9 pada masa pemerintahan Raja Rakai Garung yang berkuasa di Kerajaan Mataram Kuno dari Wangsa Syailendra. Perkiraan ini didasarkan pada gaya tulisan lempengan emas yang terbaca “om shiva shtana” yang ditemukan 1977 di kompleks candi ini, serta informasi dari prasasti Wanua Tengah III yang menyebutkan bahwa Rakai Garung memerintah Medang pada awal abad ke-9.

Baca juga : Candi Sari

Penemuan

Prasasti peresmian Candi Sambisari oleh Dirjen Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Haryati Soebadio, 1987 Candi ini ditemukan secara tidak sengaja pada tahun 1966 oleh seorang petani di Dusun Sambisari, Desa Purwomartani. Setelah diperiksa oleh Balai Arkeologi Yogyakarta, diputuskan bahwa temuan ini berupa kompleks percandian. Pemugaran dilakukan setelahnya dan selesai pada tahun 1986. Nama dusun ini kemudian diabadikan menjadi nama candi tersebut.

Posisi dasar Candi Sambisari terletak 6,5 meter di bawah permukaan tanah ketika ditemukan, kemungkinan besar karena tertimbun lahar dari Gunung Merapi yang meletus dan menimbulkan bencana dahsyat pada awal abad ke-11 (kemungkinan tahun 1006). Hal ini terlihat dari banyaknya batu material vulkanik di sekitar candi.

Bangunan

Kompleks candi dikelilingi oleh dua lapis pagar batu. Pagar luar berdimensi 50 m × 48 m, berupa pagar batu rendah. Lapisan pagar dalam terbuat dari batu berketinggian 2 m dengan tebal 50 cm. Di dalam pagar berdiri candi utama didampingi oleh tiga Candi Perwara (pendamping).

Bangunan utama dikelilingi langkan tinggi 1,2 m, sehingga tubuh candi hanya tampak bagian atasnya dari luar dinding. Tangga masuk berada di sisi barat, dan sehingga candi menghadap ke barat. Arah hadap ini sama dengan Candi Ijo, tetapi berkebalikan dengan Candi Prambanan atau, yang serupa dengannya, Candi Kedulan. Tinggi candi utama sampai ke puncaknya mencapai 7,5 m dari dasar. Tubuh candi berdiri di atas batur yang berdenah dasar bujur sangkar seluas 13,65 m² dengan tinggi sekitar 2 m. Tubuh candi juga berdenah dasar bujur sangkar dengan luas 5 m².

Harga Tiket Masuk

Sajian wisata Jogja memang tidak ada duanya. Selain menyajikan keindahan yang mempesona, harga tiket masuk wisatanya juga sangat terjangkau. Salah satunya yaitu Candi Sambisari Yogyakarta, harga tiket masuknya hanya Rp.3.000/orang. Sangat murah dan pastinya rekomended bagi anda yang ingin wisata keluarga namun dengan budget minim di Jogja.

Untuk biaya tambahan yang harus anda keluarkan yaitu ketika berkunjung dengan kendaraan. Karena ada biaya retribusi parkir wisata sebesar Rp.2.000 untuk motor dan Rp.5.000 untuk mobil. Untuk operasional dari destinasi wisata Candi Sambisari sendiri buka setiap hari mulai dari jam 07.00-17.00 WIB. Nikmati panorama dan keunikan dari bangunan candi ini untuk liburan anda yang menyenangkan di Jogjakarta. (Harga tiket masuk wisata candi dan tiket parkirnya bisa berubah setiap waktu).

Candi Sari

Candi Sari juga disebut Candi Bendah adalah candi Buddha yang berada tidak jauh dari Candi Sambisari, Candi Kalasan dan Candi Prambanan, yaitu di bagian sebelah timur laut dari kota Yogyakarta, dan tidak begitu jauh dari Bandara Adisucipto, lebih tepatnya di Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi ini dibangun pada sekitar abad ke-8 dan ke-9 pada saat zaman Kerajaan Mataram Kuno dengan bentuk yang sangat indah. Pada bagian atas candi ini terdapat 9 buah stupa seperti yang tampak pada stupa di Candi Borobudur, dan tersusun dalam 3 deretan sejajar.

Baca juga : Candi Barong

Bentuk bangunan candi serta ukiran relief yang ada pada dinding candi sangat mirip dengan relief di Candi Plaosan. Beberapa ruangan bertingkat dua berada persis di bawah masing-masing stupa, dan diperkirakan dipakai untuk tempat meditasi bagi para pendeta Buddha (biksu) pada zaman dahulunya. Candi Sari pada masa lampau merupakan suatu Vihara Buddha, dan dipakai sebagai tempat belajar dan berguru bagi para biksu.

 

Sejarah

Masa Pembuatan

Menurut perkiraan candi ini dibangun pada abad ke 8 M bersama dengan masa pembangunan Candi Kalasan, yaitu pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran. Keterkaitan kedua candi ini diterangkan dalam Prasasti Kalasan (700 tahun Saka / 778 M). Dalam Prasasti Kalasan diterangkan bahwa para penasihat keagamaan Wangsa Syailendra telah menyarankan agar Maharaja Tejapurnama Panangkarana, yang diperkirakan adalah Rakai Panangkaran, mendirikan bangunan suci untuk memuja Dewi Tara dan sebuah biara untuk pendeta Buddha. Untuk pemujaan Dewi Tara dibangunlah Candi Kalasan, sedangkan untuk biara pendeta Buddha dibangunlah Candi Sari. Melihat dari bentuk keseluruhan dan bagian-bagian dalam Candi Sari, diperkirakan candi ini berfungsi sebagai asrama atau tempat tinggal para pendeta Buddha.

Penemuan Kembali

Candi Sari ditemukan kembali pada awal abad ke-20 dalam keadaan rusak berat. Pemugaran pertama dilaksanakan antara tahun 1929 sampai 1930 yang dipimpin oleh A.J. Bernet Kempers seorang ahli arkeolog dari Belanda. Pada saat pemugaran pertama, belum berhasil mengembalikan keutuhan bangunan aslinya. Hal ini disebabkan oleh banyaknya bagian candi yang hilang. Selain itu, ketika pertama kali ditemukan, terdapat bagian-bagian bangunan yang sudah rusak terutama bagian yang bukan terbuat dari batu. Candi Sari yang sekarang diperkirakan dahulu memiliki pagar batu yang mengelilingi candi. Pintu masuk candi dijaga oleh sepasang Arca Dwarapala yang memegang gada dan ular seperti yang terdapat di depan Candi Plaosan.

Harga Tiket Masuk Candi Sari

Destinasi wisata di Yogyakarta yang terkenal sangat murah memang menjadi daya tarik wisata kota ini. Tak heran jika banyak orang yang merindukan Jogja khususnya wisatanya. Untuk menikmati sajian wisata Candi Sari Jogja anda cukup membayar biaya tiket masuk wisata Rp.5.000/orangnya. Sangat murah bukan? namun ada biaya retribusi wisata tambahan ketika anda berkunjung dengan kendaraan. Yaitu tiket parkir sebesar Rp.3.000 ketika anda membawa sepeda motor dan Rp.5.000 untuk mobil.

Nikmati sajian wisata candi antimainstream di Jogja bersama keluarga tercinta dengan mencatat destinasi wisata Candi Sari di list kunjungan liburan. Candi Sari Jojga buka dari jam 09.00-17.00 dengan opersional setiap hari. (Harga tiket masuk dan retribusi parkir wisata candi sari bisa berubah setiap waktu).

Candi Kalasan

Candi Kalasan atau Candi Kalibening merupakan sebuah Bangunan Cagar Budaya yang dikategorikan sebagai candi umat Buddha. Candi ini terletak di Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Candi ini memiliki 52 stupa dan berada di sisi selatan jalan raya antara Surakarta dan Jogja serta sekitar 2 km dari candi Prambanan.

Baca juga : Candi Plaosan

Pada awalnya hanya candi Kalasan ini yang ditemukan pada kawasan situs ini, namun setelah digali lebih dalam maka ditemukan lebih banyak lagi bangunan bangunan pendukung di sekitar candi ini. Selain candi Kalasan dan bangunan – bangunan pendukung lainnya ada juga tiga buah candi kecil di luar bangunan candi utama, berbentuk stupa. Berdasarkan prasasti Kalasan bertarikh 778 yang ditemukan tidak jauh dari candi ini menyebutkan tentang pendirian bangunan suci untuk menghormati Bodhisattva wanita, Tarabhawana dan sebuah vihara untuk para pendeta. Penguasa yang memerintah pembangunan candi ini bernama Maharaja Tejapurnapana Panangkaran (Rakai Panangkaran) dari keluarga Syailendra. Kemudian dengan perbandingan dari manuskrip pada prasasti Kelurak tokoh ini dapat diidentifikasikan dengan Dharanindra atau dengan prasasti Nalanda adalah ayah dari Samaragrawira. Sehingga candi ini dapat menjadi bukti kehadiran Wangsa Syailendra.

Dalam Prasasti Kalasan berhuruf Pre Nagari, berbahasa Sanskerta ini menyebutkan para guru sang raja Tejapurnapana Panangkaran dari keluarga Syailaendra berhasil membujuk raja untuk membuat bangunan suci bagi Dewi Tara beserta biaranya bagi para pendeta sebagai hadiah dari Sangha. Profesor Dr Casparis. menafsir berdasarkan prasasti Kalasan itu, Candi Kalasan dibangun bersama antara Buddha dan Hindu.

Sementara itu Van Rumond, sejarawan dari Belanda meyakini bahwa di situs yang sama pernah ada bangunan suci lain yang umurnya jauh lebih tua dibanding Candi Kalasan, sesuai hasil penelitian yang dilakukannya pada tahun 1928. Bangunan suci itu berbentuk wihara yang luasnya 45 meter x 45 meter. Ini berarti bangunan candi mengalami tiga kali perbaikan. Sebagai bukti, menurutnya, terdapat empat sudut kaki candi dengan bagian yang menonjol.

Pada bagian selatan candi terdapat dua relief Bodhisattva, sementara pada atapnya terdiri dari 3 tingkat. Atap paling atas terdapat 8 ruang, atap tingkat dua berbentuk segi 8, sedangkan atap paling bawah sebangun dengan candi berbentuk persegi 20 yang dilengkapi dengan relung arca di tiap sisinya.

beberapa Keistimewaan dan Bentuk Candi kalasan

Pada candi Kalasan ini memiliki lapisan penutup candi yang dinamakan Bajralepa, yaitu semacam plesteran di ukiran batu halus. Detail dari hiasan Bajralepa ini yang merupakan salah satu ciri Candi Kalasan, yang juga dijumpai pada Candi Sari.

Denah bangunan Candi Kalasan berbentuk persegi. Atapnya segi delapan dan puncaknya berbentuk dagoba (stupa). Keadaannya sudah sangat rusak. Hanya bagian selatan yang masih utuh. Disebut-sebut, bilik pusatnya dahulu memiliki arca perunggu setinggi 6 meter yang kini hilang. Sedangkan ketiga biliknya juga kosong.

Tubuh dan atap candi dihias dengan ukiran-ukiran yang sangat indah. Terdiri dari relung-relung, sulur-sulur, arca-arca Budha, dagoba-dagoba dan arca Gana, yaitu manusia kerdil berperut buncit yang biasanya memikul barang.

Candi Plaosan

Candi Plaosan adalah sebutan untuk kompleks percandian yang terletak di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Candi ini terletak kira-kira satu kilometer ke arah timur-laut dari Candi Sewu atau Candi Prambanan. Adanya kemuncak stupa, arca Buddha, serta candi-candi perwara (pendamping/kecil) yang berbentuk stupa menandakan bahwa candi-candi tersebut adalah candi Buddha.

Baca juga : Candi Ijo

Kompleks ini dibangun pada abad ke-9 oleh Raja Rakai Pikatan dan Sri Kahulunan pada zaman Kerajaan Medang, atau juga dikenal dengan nama Kerajaan Mataram Kuno. kompleks Candi Plaosan terdiri atas Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul. Pada masa lalu, Kompleks percandian ini dikelilingi oleh parit berbentuk persegi panjang. Sisa struktur tersebut masih bisa dilihat sampai saat ini di bagian timur dan barat candi. Candi Plaosan merupakan salah satu wisata pendidikan dan religi di Jawa Tengah.

Candi Plaosan Lor

Kompleks Candi Plaosan Lor memiliki dua candi utama. Candi yang terletak di sebelah kiri (di sebelah utara) dinamakan Candi Induk Utara dengan relief yang menggambarkan tokoh-tokoh wanita, dan candi yang terletak di sebelah kanan (selatan) dinamakan Candi Induk Selatan dengan relief menggambarkan tokoh-tokoh laki-laki. Di bagian utara kompleks terdapat mandapa terbuka dengan beberapa arca buddhis. Kedua candi induk ini dikelilingi oleh 116 stupa perwara serta 50 buah candi perwara, juga parit buatan.

Pada masing-masing candi induk terdapat 6 patung/arca Dhyani Boddhisatwa. Walaupun candi ini adalah candi Buddha, tetapi gaya arsitekturnya merupakan perpaduan antara agama Buddha dan Hindu. Candi Induk Selatan Plaosan Lor dipugar pada tahun 1962 oleh Dinas Purbakala. Sementara itu, Candi Induk Selatan dipugar pada tahun 1990-an oleh Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Tengah.

Candi Plaosan Kidul

Berbeda dari Candi Plaosan Lor, Candi Plaosan Kidul belum diketahui memiliki candi induk. Pada kompleks ini terdapat beberapa perwara berbentuk candi dan stupa. Sebagian di antara candi perwara telah dipugar.

Festival Candi Kembar

Festival Candi Kembar merupakan acara tahunan yang diadakan di candi ini dengan menampilkan berbagai macam tarian dari seluruh nusantara. Festival ini merupakan satu-satunya festival budaya skala besar yang diadakan di Klaten.[3] Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peluncuran desa wisata yang bekerja sama dengan ISI Surakarta.[butuh rujukan]

Dalam kegiatan ini, Bupati Klaten Sri Hartini mengapresiasi kegiatan Festival Candi Kembar yang berlangsung di Bugisan. Ia berharap kegiatan yang akan berlangsung sekitar satu bulan menjadi salah satu bentuk promosi potensi wisata yang ada di wilayah tersebut.

Harga Tiket masuk

Candi Plaosan sendiri berada dalam satu kawasan bersama Candi Sambisari. Untuk menikmati keindahan dari candi-candi ini anda tidak perlu mengeluarkan banyak biaya. Karena harga tiket masuk candi Plaosan sendiri yaitu Rp.3.000,-/orangnya. Sangat murah bukan? Jogja memang menyajikan wisata ramah kantong dengan keindahan dan keunikan yang rerkomendasi Sedangkan biaya tambahan yang harus anda keluarkan yaitu retribusi parkir kendaraan ketika anda berkunjung dengan kendaraan. Tiket parkirnya sendiri Rp.3.000 untuk motor dan Rp.5.000 untuk mobil. Operasional Candi Plaosan Klaten sendiri buka setiap hari mulai dari jam 08.00-17.00 WIB. Nikmati keindahan bangunan candi Jogja ini bersama keluarga tercinta. (Harga tiket masuk wisata Candi Plaosan dan tiket parkirnya bisa berubah sewaktu-waktu).

Candi Ijo

Candi Ijo adalah sebuah kompleks percandian bercorak Hindu, berada 4 kilometer arah tenggara dari Candi Ratu Boko atau kira-kira 18 kilometer di sebelah timur kota Yogyakarta. Candi ini diperkirakan dibangun antara abad ke-10 sampai dengan ke-11 Masehi pada saat zaman Kerajaan Medang periode Mataram.

Baca juga : Candi Kalasan

Lokasi

Candi Ijo terletak di Dukuh Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Candi ini berada di lereng barat sebuah bukit yang masih merupakan bagian perbukitan Batur Agung, kira-kira sekitar 4 kilometer arah tenggara Candi Ratu Boko. Di mana pada bagian bawah lereng tersebut terdapat wisata tebing Breksi Jogja yang merupakan bekas pertambangan batu alam. Posisinya berada pada lereng bukit dengan ketinggian rata-rata 425 meter di atas permukaan laut. Candi ini dinamakan “Ijo” karena berada di atas bukit yang disebut Gumuk Ijo. Kompleks percandian membuka ke arah barat dengan panorama indah, berupa persawahan dan bentang alam, seperti Bandara Adisucipto dan Pantai Parangtritis.

Tata bangunan

Kompleks candi
Secara keseluruhan, kompleks candi merupakan teras-teras berundak, dengan bagian terbawah di sisi barat dan bagian tertinggi berada pada sisi timur, mengikuti kontur bukit. Kompleks percandian utama berada pada ujung timur. Di bagian barat terdapat reruntuhan bangunan candi yang masih dalam proses ekskavasi dan belum dipugar. Setelah disela oleh kebun kecil, terdapat teras yang lebih tinggi dengan cukup banyak reruntuhan yang diperkirakan berasal dari sekumpulan candi-candi pemujaan kecil (candi perwara). Salah satu candi ini telah dipugar pada tahun 2013.

Kompleks Percandian Utama

Kompleks percandian utama terletak di bagian timur menempati teras tertinggi. Di bagian ini ada candi induk (satu telah dipugar), candi pengapit, dan candi perwara. Candi induk yang sudah selesai dipugar menghadap ke barat. Di hadapannya berjajar tiga candi yang lebih yang lebih kecil ukurannya yang diduga dibangun untuk memuja Trimurti: Brahma, Wisnu, dan Syiwa. Ketiga candi perwara ini menghadap ke arah candi utama, yaitu menghadap ke timur. Tiga candi kecil ini memiliki ruangan di dalamnya dan terdapat jendela kerawangan berbentuk belah ketupat di dindingnya. Atap candi perwara ini terdiri atas tiga tingkatan yang dimahkotai barisan ratna. Candi perwara yang berada di tengah melindungi arca lembu Nandini, kendaraan Dewa Syiwa.

Candi Induk

Bangunan candi induk berdiri di atas kaki candi yang berdenah dasar persegi empat. Pintu masuk ke ruang dalam tubuh candi terletak di pertengahan dinding sisi barat, diapit dua buah jendela palsu, yakni relung gawang jendela tetapi tidak tembus berlubang pada ruangan di dalam. Pada dinding sisi utara, timur, dan selatan masing-masing terdapat tiga relung yang dihiasi ukiran kala makara. Relung yang tengah lebih tinggi dari dua relung yang mengapitnya. Relung-relung ini kini kosong, diduga mungkin dulu pada relung-relung ini pernah terpasang arca.

Tiket Masuk

Destinasi wisata Candi Ijo memang tidak sepopuler candi-candi lainnya seperti Borobudur, Prambanan maupun Ratu Boko. Sehingga untuk menikmatinya pun anda tidak usah khawatir akan kehilangan banyak biaya.  Karena harga tiket masuk Candi Ijo Jogja sendiri sangat murah yaitu Rp.5.000,-/orang. Dengan tiket yang murah di tempat ini anda bisa menikmati sajian wisata yang rekomended untuk berakhir pekan.

Sedangkan biaya tambahan yang harus anda keluarkan yaitu ketika berkunjung dengan membawa kendaraan. Harga tiket parkir wisata Candi Ijo sendiri Rp.5.000,- untuk mobil dan Rp.2.000 untuk motor. Obyek wisata Candi Ijo buka setiap hari dengan jam operasional wisata mulai dari pukul 05.00-18.00 WIB. Sehingga anda bisa menikmati sajian panorama sunrise dan sunset di tempat satu ini. (Harga tiket masuk wisata dan retribusi lainnya bisa berubah setiap waktu).

Taman Ismail Marzuki

Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki yang populer disebut Taman Ismail Marzuki (TIM) merupakan sebuah pusat kesenian dan kebudayaan yang berlokasi di Jalan Cikini Raya 73, Jakarta Pusat. Di komplek TIM, berdiri juga Institut Kesenian Jakarta dan Planetarium Jakarta. TIM juga memiliki enam teater modern, perpustakaan, balai pameran, galeri, dan gedung arsip. Acara-acara seni dan budaya dipertunjukkan secara rutin di pusat kesenian ini, termasuk pementasan drama, tari, wayang, musik, pembacaan puisi, pameran lukisan dan pertunjukan film. Berbagai jenis kesenian tradisional dan kontemporer, baik yang merupakan tradisi asli Indonesia maupun dari luar negeri juga dapat ditemukan di tempat ini. Nama pusat kesenian ini berasal dari nama pencipta lagu terkenal Indonesia, Ismail Marzuki.

Baca juga : Taman Mini Indonesia

Sejarah

Taman Ismail Marzuki diresmikan oleh Gubernur Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta Jenderal Marinir Ali Sadikin pada 10 November 1968. TIM dibangun di atas areal tanah seluas sembilan hektare. Dulu tempat ini dikenal sebagai ruang rekreasi umum ‘Taman Raden Saleh’ (TRS) yang merupakan Kebun Binatang Jakarta sebelum dipindahkan ke Ragunan. Pengunjung ‘TRS’ dapat menikmati kesejukan paru-paru kota dan melihat sejumlah hewan, juga menonton balap anjing di lintasan ‘Balap Anjing’ yang kini berubah menjadi kantor dan ruang kuliah mahasiswa fakultas perfilman dan televisi IKJ. Ada juga lapangan bermain sepatu roda berlantai semen. Fasilitas lainnya ialah dua gedung bioskop, Garden Hall dan Podium melengkapi suasana hiburan malam bagi warga yang suka nonton film. Namun, suasana seperti itu tidak lagi dapat ditemukan, khususnya setelah Gubernur Ali Sadikin menyulap tempat ini menjadi Pusat Kesenian Jakarta TIM.

Fasilitas

  • Planetarium dan Observatorium Jakarta, sarana wisata pendidikan yang dapat menyajikan pertunjukan / peragaan simulasi perbintangan atau benda-benda langit. Pengunjung diajak mengembara di jagat raya untuk memahami konsepsi tentang alam semesta melalui acara demi acara.
  • Graha Bhakti Budaya adalah gedung pertunjukan yang besar, mempunyai kapasitas 800 kursi, 600 kursi berada di bawah dan 200 kursi di balkon. Panggung GBB berukuran 15m x 10m x 6m. Gedung ini dapat dipergunakan untuk gedung pertunjukan konser musik, teater baik tradisional maupun modern, tari, film, dan dilengkapi dengan tata cahaya, sound system akustik, serta pendingin ruangan.
  • Galeri Cipta II dan Galeri Cipta III adalah ruang pameran yang lebih besar dari Galeri Cipta III (GC III). Kedua ruang tersebut dapat dipergunakan untuk pameran seni lukis, seni patung, diskusi dan seminar, dan pemutaran film pendek. Gedung ini dapat memuat sekitar 80 lukisan dan 20 patung serta dilengkapi dengan pendingin ruangan, tata cahaya khusus, tata suara serta panel yang dapat dipindah-pindahkan.
  • Teater Kecil/Teater Studio merupakan gedung pertunjukan yang dipersiapkan untuk 200 orang. Gedung ini mempunyai banyak fungsi seperti seni pertunjukan teater, musik, pembacaan puisi, seminar,dll. Teater Kecil mempunyai ukuran panggung 10m x 5m x 6m. Gedung ini juga dilengkapi sistem akustik, tata cahaya dan pendingin ruangan.
  • Teater Halaman (Studio Pertunjukan Seni) dipersiapkan untuk pertunjukan seni eksperimen bagi seniman muda teater dan puisi, mempunyai kapasitas penonton yang fleksibel.
    Plaza dan Halaman TIM merupakan lahan serba guna dan dapat dipergunakan untuk berbagai pertunjukkan kesenian open air.
  • Teater Jakarta, yang merupakan tambahan baru ke koleksi teater di Taman Ismail Marzuki, memiliki panggung dengan luas 14 x 16 x 7~9 m. Teater ini dapat menampung sampai 1200 orang dan ditunjang dengan fasilitas-fasilitas termutakhir yang memungkinkan acara skala besar bisa diadakan di teater ini.
  • Perpustakaan Jakarta, terletak di Lantai 4, 5, dan 6 Gedung Ali Sadikin. Perpustakaan ini berada di lokasi yang sama dengan Pusat Dokumen Sastra (PDS) HB Jassin. Selain sebagai perpustakaan, terdapat fasilitas tambahan seperti ruang bermain indoor maupun outdoor. Ruang bermain indoor disediakan bagi anak balita. Fasilitas lain perpustakaan ini adalah rak tangga untuk membaca, selain rak penyimpanan buku. Pengelola juga menyediakan bilik untuk pengunjung yang butuh privasi untuk membaca maupun bekerja. Satu bilik ini dapat diisi oleh dua orang.

Taman Mini Indonesia Indah

Taman Mini Indonesia Indah merupakan suatu taman hiburan bertema budaya Indonesia di Jakarta Timur. Area seluas kurang lebih 150 hektare atau 1,5 kilometer persegi ini terletak pada koordinat 6°18′6.8″LS,106°53′47.2″BT. Taman ini merupakan rangkuman kebudayaan bangsa Indonesia, yang mencakup berbagai aspek kehidupan sehari-hari masyarakat 26 provinsi Indonesia (pada tahun 1975) yang ditampilkan dalam anjungan daerah berarsitektur tradisional, serta menampilkan aneka busana, tarian, dan tradisi daerah.

Baca juga : Dunia Fantasi

Di samping itu, di tengah-tengah TMII terdapat sebuah danau yang menggambarkan miniatur kepulauan Indonesia di tengahnya, kereta gantung, berbagai museum, dan Teater IMAX Keong Mas dan Teater Tanah Airku), berbagai sarana rekreasi ini menjadikan TMIII sebagai salah satu kawasan wisata terkemuka di ibu kota. https://www.fest-fair.com/

Sejarah

Gagasan pembangunan suatu miniatur yang memuat kelengkapan Indonesia dengan segala isinya ini dicetuskan oleh Ibu Negara, Siti Hartinah, yang lebih dikenal dengan sebutan Ibu Tien Soeharto. Gagasan ini tercetus pada suatu pertemuan di Jalan Cendana no. 8 Jakarta pada tanggal 13 Maret 1970. Ide pembuatan miniatur Indonesia ini bangkit setelah Ibu Negara mendengarkan dan menghayati isi pidato Presiden Soeharto tentang keseimbangan pembangunan umum DPR GR Tahun 1971. Selain itu, beliau juga sering menyertai Presiden mengunjungi negara-negara sahabat dan melihat objek-objek wisata di luar negeri. Sehingga bangkit gagasan untuk membangun taman rekreasi yang menggambarkan keindahan dan keberagaman Indonesia. Melalui taman rekreasi ini, diharapkan dapat membangkitkan rasa bangga dan rasa cinta tanah air pada seluruh bangsa Indonesia. Maka dimulailah suatu proyek yang disebut Proyek Miniatur “Indonesia Indah”, yang dilaksanakan oleh Yayasan Harapan Kita.

TMII mulai dibangun tahun 1972 dan diresmikan pada tanggal 20 April 1975. Berbagai aspek kekayaan alam dan budaya Indonesia sampai pemanfaatan teknologi modern diperagakan di areal seluas 150 hektare. Aslinya topografi TMII agak berbukit karena merupakan danau raksasa yang dikeringkan, tetapi ini sesuai dengan keinginan perancangnya. Tim perancang memanfaatkan ketinggian tanah yang tidak rata ini untuk menciptakan bentang alam dan lansekap yang kaya, menggambarkan berbagai jenis lingkungan hidup di Indonesia.

Bagian Taman Mini Indonesia

  • Anjungan daerah
  • Bangunan keagamaan
  • Sarana rekreasi
  • Taman
  • Museum
  • Teater atau bioskop
  • Perpustakaan

Dunia Fantasi

Dufan atau disebut juga Dunia Fantasi adalah sebuah theme park yang terletak di kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Indonesia yang diresmikan dan dibuka untuk umum pada tanggal 29 Agustus 1985.

Baca juga : Wisata Taman Ismail Marzuki

Sejarah

Proyek Dufan dicanangkan pada awal tahun 1980 dimana pada saat itu Ancol masih dibawah kepemimpinan bapak Handogo Soekarno yang menjabat sebagai kepala divisi promosi Taman Impian Jaya Ancol. Pada saat itu, Handogo memberikan mandat kepada Benny Benhardi untuk membuat ilustrasi menggunakan Birds Eye View. Pengerjaan ini dibuat di kantor Arsitektur Balai Samudra dibawah arahan Bapak Sutisna dan arsitek senior Budi Priambodo serta beberapa juru gambar. Dunia Fantasi mempunyai beberapa maskot yang salah satunya berupa kera bekantan yang diberi nama Dufan (singkatan dari Dunia Fantasi).

Dipilihnya kera sebagai karakter adalah untuk mengingatkan bahwa Ancol dahulu adalah kawasan Kera. Sedangkan pemilihan kera bekantan adalah semata-mata untuk mengenalkan jenis satwa langka yang kini dilindungi. Pada awalnya, Bentuk karikatural kera bekantan ini divisualisasikan oleh Matari Advertising yang ikut serta dalam program komunikasi awal Dunia Fantasi karena pada saat itu, Agustinus Teddy Darmanto selaku ketua sekaligus penanggung jawab BenDufa (Bengkel Dunia Fantasi) sangat sibuk dalam tahap penyelesaian akhir. Oleh karena itu, pengvisualisasian diberikan pada Matari Advertising. Namun setelah Dunia Fantasi dibuka untuk umum, visualisasi karakter Dufan diambil alih kembali oleh tim BenDufa dan kemudian terciptalah logo beserta karakter-karakter Dunia Fantasi.

Harga Tiket Dufan

Senin-Jumat

  • Annual Pass Dufan (e-Card) dan 1 kali kunjungan Reguler Ancol sebesar Rp 350.000
  • Six Months Pass Dufan (e-Card) dan 1 kali kunjungan Reguler Ancol sebesar Rp 295.000
  • Weekday Dufan dan Ancol serta bonus 1 produk Sosro (minimal pembelian 4 tiket dan berlaku kelipatan) seharga Rp 185.000
  • Weekday Dufan dan Ancol seharga Rp 250.000
  • Six Months Pass Dufan (e-Card), 1 kali kunjungan Reguler Ancol, dan Weekday Gondola sebesar Rp 333.000
  • Karcis masuk mobil sebesar Rp 25.000
  • Karcis masuk motor sebesar Rp 15.000

Sabtu, Minggu dan hari libur nasional

  • Annual Pass Dufan (e-Card) dan 1 kali kunjungan Reguler Ancol sebesar Rp 350.000
  • Six Months Pass Dufan (e-Card) dan 1 kali kunjungan Reguler Ancol sebesar Rp 295.000
  • Weekend Dufan, Ancol, dan Ocean Dream Samudra sebesar Rp 315.000
  • Weekend Dufan dan Ancol sebesar Rp 275.000
  • Weekend Dufan, Ancol, dan Gondola sebesar Rp 317.000
  • Weekend Dufan dan Ancol serta bonus 1 produk Sosro (minimal pembelian 4 tiket dan berlaku kelipatan) seharga Rp 250.000
  • Six Months Pass Dufan (e-Card), 1 kali kunjungan Reguler Ancol, dan Weekend Gondola sebesar Rp 337.000
  • Karcis masuk mobil sebesar Rp 25.000
  • Karcis masuk motor sebesar Rp 15.000

Wahana Dufan

  • Kereta Misteri
  • Baling-baling
  • Paralayang
  • Turbo Drop
  • Zig-zag
  • Ontang-Anting
  • Rumah Miring
  • Hysteria
  • Halilintar
  • Kora-Kora
  • Arung Jeram
  • Istana Boneka
  • Kicir-Kicir
  • Ice Age
  • Niagara-Gara
  • Turangga-Rangga
  • Tornado
  • Bianglala
  • dan masih banyak lagi yang lainnya

Candi Ratu Boko

Situs Ratu Boko atau Istana Raja Baka adalah situs purbakala yang merupakan kompleks sejumlah sisa bangunan yang berada kira-kira 3 km di sebelah selatan dari kompleks Candi Prambanan, 18 km sebelah timur Kota Yogyakarta atau 50 km barat daya Kota Surakarta, Jawa Tengah, lebih tepatnya di kalurahan Bokoharjo, kapanéwon Prambanan, kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Situs Ratu Boko terletak di sebuah bukit pada ketinggian 196 meter dari permukaan laut. Luas keseluruhan kompleks adalah sekitar 25 ha.

Baca juga : Candi Borobudur

Riwayat

Situs Ratu Boko pertama kali dilaporkan oleh Van Boeckholzt pada tahun 1790, yang menyatakan terdapat reruntuhan kepurbakalaan di atas bukit Ratu Boko. Bukit ini sendiri merupakan cabang dari sistem Pegunungan Sewu, yang membentang dari selatan Yogyakarta hingga daerah Tulungagung. Seratus tahun kemudian baru dilakukan penelitian yang dipimpin oleh FDK Bosch, yang dilaporkan dalam Keraton van Ratoe Boko. Dari sinilah disimpulkan bahwa reruntuhan itu merupakan sisa-sisa keraton.

Keistimewaan Situs Ratu Boko

Berbeda dengan peninggalan purbakala lain dari zaman Jawa Kuno yang umumnya berbentuk bangunan keagamaan, situs Ratu Boko merupakan kompleks profan, lengkap dengan gerbang masuk, pendopo, tempat tinggal, kolam pemandian, hingga pagar pelindung. Berbeda pula dengan keraton lain di Jawa yang umumnya didirikan di daerah yang relatif landai, situs Ratu Boko terletak di atas bukit yang lumayan tinggi. Ini membuat kompleks bangunan ini relatif lebih sulit dibangun dari sudut pengadaan tenaga kerja dan bahan bangunan. Terkecuali tentu apabila bahan bangunan utamanya, yaitu batu, diambil dari wilayah bukit ini sendiri. Ini tentunya mensyaratkan terlatihnya para pekerja di dalam mengolah bukit batu menjadi bongkahan yang bisa digunakan sebagai bahan bangunan.

Taman Wisata Ratu Boko

Pemerintah pusat sekarang memasukkan kompleks Situs Ratu Boko ke dalam otorita khusus, bersama-sama dengan pengelolaan Candi Borobudur dan Candi Prambanan ke dalam satu BUMN yang bernama PT Taman Wisata Candi, setelah kedua candi terakhir ini dimasukkan dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO. Sebagai konsekuensinya, Situs Ratu Boko ditata ulang pada beberapa tempat untuk dapat dijadikan tempat pendidikan dan kegiatan budaya.

Terdapat bangunan tambahan di muka gapura, yaitu restoran dan ruang terbuka (Plaza Andrawina) yang dapat dipakai untuk kegiatan pertemun dengan kapasitas sekitar 500 orang, dengan vista ke arah utara (Kecamatan Prambanan dan Gunung Merapi). Selain itu, pengelola menyediakan tempat perkemahan dan trekking, paket edukatif arkeologi, serta pemandu wisata.

Borobudur

Borobudur adalah sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Candi ini terletak kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi dengan banyak stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Borobudur adalah candi atau kuil Buddha terbesar di dunia, sekaligus salah satu monumen Buddha terbesar di dunia.

Baca juga : Candi Prambanan

Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang di atasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha. Borobudur memiliki koleksi relief Buddha terlengkap dan terbanyak di dunia. Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang di dalamnya terdapat arca Buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma).

Sejarah

Pembangunan

Tidak ditemukan bukti tertulis yang menjelaskan siapakah yang membangun Borobudur dan apa kegunaannya. Waktu pembangunannya diperkirakan berdasarkan perbandingan antara jenis aksara yang tertulis di kaki tertutup Karmawibhangga dengan jenis aksara yang lazim digunakan pada prasasti kerajaan abad ke-8 dan ke-9. Diperkirakan Borobudur dibangun sekitar tahun 800 masehi. Kurun waktu ini sesuai dengan kurun antara 760 dan 830 M, masa puncak kejayaan wangsa Syailendra di Jawa Tengah yang kala itu menguasai tahta Kerajaan Medang. Pembangunan Borobudur diperkirakan menghabiskan waktu 75 – 100 tahun lebih dan benar-benar dirampungkan pada masa pemerintahan raja Samaratungga pada tahun 825.

Borobudur diterlantarkan

Borobudur tersembunyi dan telantar selama berabad-abad terkubur di bawah lapisan tanah dan debu vulkanik yang kemudian ditumbuhi pohon dan semak belukar sehingga Borobudur kala itu benar-benar menyerupai bukit. Alasan sesungguhnya penyebab Borobudur ditinggalkan hingga kini masih belum diketahui. Tidak diketahui secara pasti sejak kapan bangunan suci ini tidak lagi menjadi pusat ziarah umat Buddha. Pada kurun 928 dan 1006, Raja Mpu Sindok memindahkan ibu kota kerajaan Medang ke kawasan Jawa Timur setelah serangkaian letusan gunung berapi; tidak dapat dipastikan apakah faktor inilah yang menyebabkan Borobudur ditinggalkan, akan tetapi beberapa sumber menduga bahwa sangat mungkin Borobudur mulai ditinggalkan pada periode ini.

Penemuan Kembali

Setelah Perang Inggris-Belanda dalam memperebutkan pulau Jawa, Jawa di bawah pemerintahan Britania (Inggris) pada kurun 1811 hingga 1816. Thomas Stamford Raffles ditunjuk sebagai Gubernur Jenderal, dan ia memiliki minat istimewa terhadap sejarah Jawa. Ia mengumpulkan artefak-artefak antik kesenian Jawa kuno dan membuat catatan mengenai sejarah dan kebudayaan Jawa yang dikumpulkannya dari perjumpaannya dengan rakyat setempat dalam perjalanannya keliling Jawa. Pada kunjungan inspeksinya di Semarang tahun 1814, ia dikabari mengenai adanya sebuah monumen besar jauh di dalam hutan dekat desa Bumisegoro. Karena berhalangan dan tugasnya sebagai Gubernur Jenderal, ia tidak dapat pergi sendiri untuk mencari bangunan itu dan mengutus H.C. Cornelius, seorang insinyur Belanda, untuk menyelidiki keberadaan bangunan besar ini.

Pemugaran

Borobudur kembali menarik perhatian pada 1885, ketika Yzerman, Ketua Masyarakat Arkeologi di Yogyakarta, menemukan kaki tersembunyi. Foto-foto yang menampilkan relief pada kaki tersembunyi dibuat pada kurun 1890–1891. Penemuan ini mendorong pemerintah Hindia Belanda untuk mengambil langkah menjaga kelestarian monumen ini. Pada 1900, pemerintah membentuk komisi yang terdiri atas tiga pejabat untuk meneliti monumen ini: Brandes, seorang sejarawan seni, Theodoor van Erp, seorang insinyur yang juga anggota tentara Belanda, dan Van de Kamer, insinyur ahli konstruksi bangunan dari Departemen Pekerjaan Umum.

Candi Prambanan

Candi Prambanan adalah kompleks candi Hindu (Syaiwa) terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 Masehi. Candi yang juga disebut sebagai Rara Jonggrang ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu dewa Brahma sebagai dewa pencipta, dewa Wisnu sebagai dewa pemelihara, dan dewa Siwa sebagai dewa pemusnah. Berdasarkan prasasti Siwagrha nama asli kompleks candi ini adalah Siwagrha (bahasa Sanskerta yang bermakna ‘Rumah Siwa’), dan memang di garbagriha (ruang utama) candi ini bersemayam arca Siwa Mahadewa setinggi tiga meter, dikarenakan aliran Syaiwa yang mengutamakan pemujaan dewa Siwa di candi ini.

Baca juga : Candi Ratu Boko

Sejarah

Pembangunan

Prambanan adalah candi Hindu terbesar dan termegah yang pernah dibangun di Jawa kuno, pembangunan candi Hindu kerajaan ini dimulai oleh Sri Maharaja Rakai Pikatan sebagai tandingan candi Buddha Borobudur dan juga candi Sewu yang terletak tak jauh dari Prambanan. Beberapa sejarawan lama menduga bahwa pembangunan candi agung Hindu ini untuk menandai kembali berkuasanya keluarga Sanjaya atas Jawa, hal ini terkait teori wangsa kembar berbeda keyakinan yang saling bersaing; yaitu wangsa Sanjaya penganut Hindu dan wangsa Sailendra penganut Buddha.

Ditelantarkan

Sekitar tahun 930-an, ibu kota kerajaan berpindah ke Jawa Timur oleh Sri Maharaja Mpu Sindok, yang mendirikan Wangsa Dinasti Isyana. Penyebab kepindahan pusat kekuasaan ini tidak diketahui secara pasti. Akan tetapi sangat mungkin disebabkan oleh letusan hebat Gunung Merapi yang menjulang sekitar 20 kilometer di utara candi Prambanan. Kemungkinan penyebab lainnya adalah peperangan dan perebutan kekuasaan. Setelah perpindahan ibu kota, candi Prambanan mulai telantar dan tidak terawat, sehingga pelan-pelan candi ini mulai rusak dan runtuh.

Penemuan kembali

Masyarakat sekitar candi sudah mengetahui keberadaan candi ini. Akan tetapi mereka tidak tahu latar belakang sejarah sesungguhnya, siapakah raja dan kerajaan apa yang telah membangun monumen ini. Sebagai hasil imajinasi, rakyat setempat menciptakan dongeng lokal atau dongeng rakyat untuk menjelaskan asal-mula keberadaan candi-candi ini; diwarnai dengan kisah fantastis mengenai raja raksasa, ribuan candi yang dibangun oleh makhluk halus jin dan dedemit hanya dalam tempo satu malam, serta putri cantik yang dikutuk menjadi arca. Legenda mengenai candi Prambanan dikenal sebagai kisah Rara Jonggrang.

Pemugaran

Pemugaran dimulai pada tahun 1918, akan tetapi upaya serius yang sesungguhnya dimulai pada tahun 1930-an. Pada tahun 1902-1903, Theodoor van Erp memelihara bagian yang rawan runtuh. Pada tahun 1918-1926, dilanjutkan oleh Jawatan Purbakala (Oudheidkundige Dienst) di bawah P.J. Perquin dengan cara yang lebih sistematis sesuai kaidah arkeologi. Sebagaimana diketahui para pendahulunya melakukan pemindahan dan pembongkaran beribu-ribu batu secara sembarangan tanpa memikirkan adanya usaha pemugaran kembali. Pada tahun 1926 dilanjutkan De Haan hingga akhir hayatnya pada tahun 1930.

Peristiwa Kontemporer

Pada awal tahun 1990-an pemerintah memindahkan pasar dan kampung yang merebak secara liar di sekitar candi, menggusur kawasan perkampungan dan sawah di sekitar candi, dan memugarnya menjadi taman purbakala. Taman purbakala ini meliputi wilayah yang luas di tepi jalan raya Surakarta-Jogja di sisi selatannya, meliputi seluruh kompleks candi Prambanan, termasuk Candi Lumbung, Candi Bubrah, dan Candi Sewu di sebelah utaranya. Pada tahun 1992 Pemerintah Indonesia membentuk badan usaha milik negara, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko.

5 Wisata Kota Jakarta

1. Taman Impian Jaya Ancol

Taman Impian Jaya Ancol merupakan tempat wisata di DKI Jakarta yang sangat populer. Bahkan Taman Impian Jaya Ancol menyandang status sebagai taman rekreasi terbesar yang ada di Indonesia. Taman Impian Jaya Ancol menyajikan konsep wisata yang terintegrasi, sehingga di kawasan tersebut terdapat objek wisata lainnya yang sangat hits, dan populer, dan cocok untuk semua usia. Sebagai sebuah kabar gembira, bahwa beberapa objek wisata yang ada di Taman Impian Jaya Ancol di antaranya sudah buka saat ini. Yaitu:

  • Dunia Fantasi (Dufan)
  • Pantai Ancol
  • Ocean Dream Samudera

2. Setu Babakan

Tempat wisata di Jakarta yang menghadirkan wisata alam, dan wisata budaya, dalam satu kawasan yang sama, bernama Setu Babakan. Sebuah objek wisata yang menjadi pintu gerbang untuk memahami kehidupan, dan budaya masyarakat Betawi. Daya tarik utama dari Setu Babakan adalah danau buatan seluas 30 ha, dengan kedalaman 1 – 5 meter. Di sisi lain, terdapat perkampungan masyarakat Betawi yang masih mempertahankan budaya aslinya, meskipun berada di megakota.

  • Lokasi Setu Babakan berada di alamat Jl. RM. Kahfi, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta.
  • Harga tiket masuk Setu Babakan gratis.
  • Status: sudah buka kembali

Baca juga : 10 Wisata Kota Bogor

3. Museum Fatahillah

Wisata sejarah di Jakarta yang sangat direkomendasikan, salah-satunya adalah Museum Fatahillah. Sebetulnya museum tersebut memiliki nama resmi yaitu Museum Sejarah Jakarta. Nama Museum Fatahillah lebih populer karena letaknya berada di Jl. Fatahillah. Sisi sejarahnya, karena museum tersebut dulunya merupakan Balai Kota di Jaman Belanda. Di Museum Fatahillah bukan hanya sekedar tentang barang-barang bersejarah saja. Para pengunjung juga bisa melihat penjara bawah tanah, lengkap dengan rantai besinya, sebagai saksi bisu kekejaman sebuah penjajahan.

  • Lokasi Museum Fatahillah terletak di kawasan Kota Tua Jakarta.
  • Alamat Museum Fatahillah berada di Jalan Taman Fatahillah, No.1, Jakarta Barat, DKI Jakarta.
  • Harga tiket masuk Museum Fatahillah Rp. 5.000 per orang.
  • Terdapat harga tiket khusus bagi mahasiswa, dan pelajar.

4. Kota Tua Jakarta

Tempat wisata di Jakarta yang instagramable, dan murah, bahkan gratis, itulah daya tarik dari Kota Tua Jakarta. Selain itu, Kota Tua Jakarta juga menghadirkan sisi sejarah. Salah-satu alasan kenapa Kota Tua Jakarta sangat hits terutama di kalangan muda-mudi, dikarena di tempat tersebut banyak sekali latar foto yang instagramable, terutama bangunan tua ala Eropa Dan perlu diketahui bahwa kawasan Kota Tua Jakarta memiliki status sebagai zona Low Emission. Sehingga sangat cocok untuk wisata keluarga.

  • Lokasi Kota Tua Jakarta berada di alamat Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat, DKI Jakarta.
  • Harga tiket masuk Kota Tua Jakarta gratis.

5. Museum Macan

Bagi masyarakat DKI Jakarta, akan sangat familiar dengan nama Museum Macan. Tetapi, mungkin bagi masyarakat luar DKI, akan menyangka bahwa museum tersebut tentang seputar permacanan Dan anggapan tersebut salah besar. Karena Museum Macan adalah singakatan dari Museum of Moedrn Art in Nusantara. Sebuah museum yang menyajikan karya seni tradisonal nusantara, hingga karya seni yang kekinian. Bagi anda yang senang eksis di media sosial, maka Museum Macan menjadi tempat yang sangat direkomendasikan untuk dikunjungi.

  • Lokasi Museum Macan terletak di AKR Tower Level M.
  • Alamat Museum Macan berada di Jl. Panjang, No.5, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta.
  • Harga tiket masuk Museum Macan Rp. 70.000 (weekday).

10 Wisata Kota Bogor

1. Paralayang Bukit Gantole Puncak

Tempat wisata Bogor yang satu ini paling cocok untuk pecinta olahraga ekstrem. Letaknya di Jalan Raya Puncak Km 87, Bukit Paralayang, Puncak. Kapan lagi kita bisa mengudara sambil selfie? Dengan membayar tarif yang ditentukan, kita bisa terbang dari ketinggian Puncak Bogor selama 10 menit. Selain paragliding, pengunjung juga bisa bersantai menikmati pemandangan kota Bogor dari ketinggian dan selfie.

2. Taman bunga Nusantara

Kalau Bandung punya Cihideung, Bogor punya Taman Bunga Nusantara yang tak kalah fotogenik. Tempat wisata Bogor yang satu ini dibangun di atas lahan seluas 23 hektar. Dipenuhi bunga-bunga cantik yang ditata dengan apik. Pengunjung bisa menjajal taman labirin, go-kart, bumper boat atau ATV race. Air mancur musikalnya juga cantik, lho.]

3. Highland Park Resort

Tempat wisata di Bogor ini suguhkan glamping, konsep berkemah ala hotel berbintang yang saat ini sedang marak di Indonesia. Berlokasi di Curug Nangka, Kp. Sinarwangi, Taman Sari, Highland Park Resort menawarkan sensasi menginap dengan latar pemandangan Gunung Salak. Mereka juga menyediakan tenda-tenda ala Mongolia dengan fasilitas lengkap dan berbagai wahana permainan. Antara lain kolam renang, perosotan, karaoke, foot reflexology, futsal, dan flying fox.

4. Taman Wisata Gunung Pancar

Untuk Anda yang ingin merasakan piknik di tengah alam, tak ada salahnya mengunjungi hutan pinus di kawasan Taman Wisata Gunung Pancar. Tempat wisata Bogor ini merupakan bumi perkemahan di Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Selain untuk berkemah, pemandangannya yang cantik juga sering diburu untuk selfie kekinian atau foto pre-wedding.

Baca juga : 5 Tempat Wisata di Sukabumi

5. Curug Cibaliung

Selain Taman Wisata Gunung Pancar, Karang Tengah juga punya objek wisata alam berupa curug cantik. Inilah Curug Cibaliung yang berair biru jernih dan sejuk. Belum banyak wisatawan yang mengetahui keberadaan curug ini.

6. Curug Ciherang & Jembatan Kayu Gantung

Gardu pandang di ketinggian bukit dengan pemandangan sekitar yang indah bisa ditemui di kawasan wisata Curug Ciherang. Di sini baru dibangun rumah pohon dan jembatan kayu gantung untuk menikmati keindahan alam sekitar. Jembatan kayunya sendiri sangat Instagramable.

7. Warso Farm

Di sini wisatawan bisa mencicipi buah durian yang baru dipanen. Ada juga buah naga yang juga siap dipetik. Lokasi tempat wisata Bogor ini adalah Desa Cihideung, Cipelang, Kecamatan Cijeruk.

8. Pemandian Air Panas Tirta Sanita Ciseeng

Tempat wisata Bogor, daerah Parung ini menawarkan sensasi berendam air panas di infinity pool alami. Airnya yang mengandung belerang dan garam baik untuk kesehatan serta kecantikan kulit. Di Tirta Sanita juga tersedia kolam rendam privat dan berbagai jenis terapi. Terapi lintah dan fish pedicure pun ada. Untuk anak-anak ada area outbond dan permainan seperti becak mini dan perahu.

9. Bukit Alesano

Bukit Bintang-nya Bogor ini tawarkan sensasi berkemah di ketinggian bukit, dikelilingi pemandangan kota Bogor yang tampak seperti taburan bintang di malam hari. Sunrise dan pemandangan Gunung Salak-Gede Pangrango yang terlihat dari puncak Alesano ini juga cantik, lho. Karena masih tergolong baru, tempat wisata di Bogor ini masih belum dikelola secara resmi.

10. Leuwi Lieuk

Tempat wisata di Bogor yang tergolong masih baru ini tak kalah dari Green Canyon Pangandaran dan Angel’s Billabong-nya Bali. Berlokasi di Kampung Wangun Cileungsi, Karang Tengah. Untuk mencapai Leuwi Lieuk Anda harus berenang dari Leuwi Cepet, kemudian trekking sekitar 5 menit. Sedikit ribet memang, tetapi pemandangan sungai hijau pirus yang menanti sepadan dengan usahanya, kok.

5 Tempat wisata di Sukabumi

1. Situ Gunung Suspension Bridge

Sukabumi memang tidak pernah kehabisan akal untuk memukau kita semua. Tersembunyi di Kawasan Situ Gunung, terdapat sebuah jembatan gantung nan eksotis yang tidak hanya menghubungkan dua tanah tetapi juga kita dengan alam. Dengan panjang 250 meter dan berada di ketinggian 150 meter, jembatan gantung ini telah diakui sebagai jembatan terpanjang di Indonesia.

Rasakan sensasi berjalan di atas kanopi hutan dengan pohon dan bukit bersebaran ke sejauh mata dapat memandang. Dikelilingi oleh alam hijau, Anda dapat merasakan kesunyian dan ketenangan yang sulit untuk ditandingi.
Setelah puas mengagumi pemandangan yang menakjubkan dari sini, Anda dapat melanjutkan petualangan ke Curug Sawer untuk merasakan segarnya percikan air terjun, letaknya hanya 10 menit dari Jembatan Situ Gunung.

  • Tiket Masuk: Dewasa, Rp50.000 | Anak-Anak, Rp25.000.
  • Alamat: Jl. Kadudampit, Gede Pangrango, Kadudampit, Sukabumi, Jawa Barat.
  • Telepon: 0811 1440 144.
  • Jam Operasional: Senin – Jumat, 07.00 – 16.00 | Sabtu & Minggu, 07.00 – 17.00.

2. Karang Aji Beach Villa

Karang Aji Beach Villa dapat menjadi tempat penginapan yang tepat bagi Anda yang ingin dimanjakan oleh pemandangan laut yang menghipnotis serta mengagumi karya seni rupa dan arsitektur sekaligus. Ini merupakan barak seni yang tersamar sebagai tempat istirahat para petualang.

Dengan menggunakan kayu sebagai bahan utama, bangunan villa ini didesain dalam bentuk unik dengan dome berwarna-warni menghiasi bagian tengahnya. Dari interior, Anda dapat menemukan berbagai lukisan unik bernuansa oriental dan tempat bersantai di mana pemandangan laut terlihat megah dan menakjubkan.

  • Harga kamar mulai dari Rp350.000 per malam (Deluxe Room).
  • Alamat: Jl. Raya Cisolok KM 20-22, 10310 Cisolok, Sukabumi.
  • Telepon: 0821 7888 1962.

Baca juga : 5 Wisata Kota Jakarta

3. Danau Bacan

Danau ini sebenarnya merupakan lubang bekas galian tambang yang kemudian terisi oleh air hujan. Batuan hijau yang membentuk dasar danau ini menjadikan air danau tampak berwarna kehijauan. Meskipun ukurannya relatif kecil, namun warna hijau air inilah yang membuat tempat ini menarik bagi para pemburu foto. Selain air danau, rangkaian batuan yang mengelilingi danau juga cukup menarik lho. Penampakan batuan yang dipadukan dengan hijaunya air danau menjadikan pemandangan di sini sangat layak untu masuk di Instagram Anda.

  • Tiket Masuk: Gratis (Parkir Rp5.000 untuk mobil dan Rp2.000 untuk motor).
  • Alamat: Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

4. Gunung Tumpeng

Pemandangan dari atas Gunung Tumpeng ini memang menakjubkan, karena kamu nggak hanya disuguhi view bukit dengan hamparan rumput hijau, namun juga lembah serta lautan di kejauhan. Kalau tertarik trekking sampai ke puncaknya, kamu harus hati-hati ya, karena jalurnya sempit dan kanan-kirinya langsung jurang. Tapi setibanya di atas, semua perjuangan itu akan lunas terbayar oleh keindahan pemandangannya (apalagi saat sunrise). Tips ke Gunung Tumpeng:

  • Akses menuju lokasi cukup sulit, jalan bebatuan, disarankan naik motor daripada mobil.
  • Jangan ke sini saat musim hujan, karena jalan menuju puncak bukit cuma setapak dan hanya dibatasi pagar kayu.
  • Bawa bekal. Ada warung tapi hanya buka di weekend.

5. Bravo Adventure

Cobalah paket “glamping” atau “glamorous camping” (kemping mewah) dan rafting (arung jeram) yang ditawarkan oleh Bravo Adventure. Anda dapat merasa menjadi petualang sejati tanpa harus mengorbankan kenyamanan. “Kemah” yang ditawarkan tak kalah dari hotel bintang 5. Dengan bentuk tenda menyerupai ‘bawang’, fasilitas yang diberikan pun terbilang lengkap, termasuk makan, penyejuk udara, dan kamar mandi dengan air panas. Percaya atau tidak, Anda dapat menikmati semua itu sambil bertualang di alam terbuka! Setelah itu, paculah adrenalin Anda dengan bermain paintball atau berarung jeram menyusuri Sungai Citarik yang sudah dikenal sebagai lokasi arung jeram tingkat dunia. Jangan khawatir! Anda akan dipandu oleh instruktur terlatih dan berpengalaman. Jadi, Anda bisa tenang berpetualang menjelajahi jeram-jeram bak petualang kawakan.

  • Harga: Glamping mulai dari Rp890.000 per malam.
  • Alamat: Kampung Bantarselang, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
  • Telepon: 0812 8020 8020.